POJOKSATU.id — Membaca novel selama ini kerap dianggap sebagai aktivitas santai untuk mengisi waktu luang.

Namun, siapa sangka, kebiasaan ini ternyata memiliki manfaat yang jauh lebih dalam, salah satunya adalah meningkatkan empati.

Empati sendiri merupakan kemampuan seseorang untuk memahami dan merasakan apa yang dialami oleh orang lain.

Baca Juga: Air Pohon

Dalam kehidupan sosial, kemampuan ini sangat penting karena berkaitan erat dengan hubungan antarindividu.

Sejumlah penelitian dalam bidang psikologi dan ilmu kognitif menunjukkan bahwa membaca karya fiksi, terutama novel, dapat membantu meningkatkan empati seseorang.

Hal ini terjadi karena saat membaca, seseorang akan “masuk” ke dalam sudut pandang tokoh dalam cerita.

Baca Juga: GAMKI Tetap Polisikan Jusuf Kalla, Kuasa Hukum: Yang Kita Dorong Adalah Kesetaraan

Pembaca tidak hanya mengikuti alur cerita, tetapi juga ikut merasakan emosi, konflik, serta dilema yang dialami oleh karakter.

Proses ini secara tidak langsung melatih kemampuan memahami pikiran dan perasaan orang lain.

Salah satu konsep yang berkaitan dengan hal ini adalah Theory of Mind, yakni kemampuan untuk memahami kondisi mental orang lain, seperti keinginan, keyakinan, dan emosi mereka.

Baca Juga: Tak Punya Dubes di Indonesia, Pemerintah Hanya Kecam Keras Serangan Israel yang Tewaskan Anggota TNI

Sebuah studi dari The New School for Social Research di New York bahkan menemukan bahwa pembaca fiksi sastra memiliki kemampuan lebih baik dalam mengenali ekspresi emosi dibandingkan dengan mereka yang tidak membaca atau hanya membaca nonfiksi.

Meski begitu, efek ini tidak muncul secara instan. Membaca secara mendalam dan konsisten menjadi kunci utama.

Novel dengan karakter yang kompleks dan cerita yang kaya emosi juga dinilai lebih efektif dalam melatih empati.

Baca Juga: Anggota TNI yang Sempat Koma Satu Bulan Gara-gara Diserang Israel Akhirnya Gugur di Lebanon

Dengan kata lain, membaca novel bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengasah kecerdasan emosional dan memperluas cara pandang terhadap kehidupan orang lain.***