POJOKSATU.id - Sekolah Tinggi Maritim Yogyakarta (STIMARYO) menjadi salah satu institusi pendidikan kemaritiman yang terus berkembang dan beradaptasi dengan kebutuhan industri global.
Berdiri sejak 23 September 1964, kampus ini telah melahirkan banyak lulusan yang berkiprah di dunia pelayaran, baik nasional maupun internasional.
Transformasi penting terjadi saat Akademi Maritim Yogyakarta (AMY) resmi berubah bentuk menjadi STIMARYO berdasarkan Surat Keputusan Menristek Dikti Nomor 787/KPT/I/2019.
Perubahan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas cakupan program studi.
Seiring perubahan tersebut, sejumlah program studi juga mengalami penyesuaian.
Program Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga (D3) berubah menjadi Manajemen Transportasi Laut, Teknika (D3) menjadi Permesinan Kapal, serta Nautika menjadi Studi Nautika.
Tak hanya itu, STIMARYO juga menambah program Sarjana (S1) Transportasi untuk menjawab kebutuhan tenaga profesional di era modern.
Baca Juga: Gaji Dosen Bisa Setara UMR? Sidang MK Bongkar Nasib Kampus yang Lama Dipendam
Lembaga yang berada di bawah naungan Yayasan Institut Pendidikan Maritim Yogyakarta (YIPMY) ini memiliki visi menjadi perguruan tinggi kemaritiman terkemuka di Indonesia.
Fokus utamanya adalah mencetak sumber daya manusia yang kompeten di bidang transportasi laut dan kemaritiman dengan standar nasional maupun internasional.
Saat ini, STIMARYO telah mengantongi akreditasi institusi dari BAN-PT dengan predikat terakreditasi. Kampus ini juga mengelola lima program studi, terdiri dari tiga jenjang Diploma 3 dan dua jenjang Sarjana.
Baca Juga: Hadapi Adhyaksa FC, PSMS Targetkan Tutup Laga Kandang Pamungkas Musim Ini dengan Kemenangan
Program D3 Manajemen Transportasi Laut dan Studi Nautika telah terakreditasi “B”, sementara D3 Permesinan Kapal meraih predikat “Baik Sekali”.
Untuk jenjang Sarjana, S1 Transportasi terakreditasi “Baik” dan S1 Bisnis Maritim memperoleh predikat “Baik Sekali”.
Menariknya, khusus program Permesinan Kapal dan Studi Nautika, STIMARYO telah mendapatkan approval dari Ditjen Perhubungan Laut sebagai perwakilan International Maritime Organization (IMO) di Indonesia.
Baca Juga: Kontrak Berakhir Hari Ini, Lucas Resmi Hengkang dari Agensi SM Entertainment
Artinya, kualitas pendidikan di kampus ini sudah diakui secara internasional.
Tak hanya mendapatkan ijazah, taruna juga memiliki peluang memperoleh sertifikat keahlian pelaut seperti Ahli Teknika Tingkat III (ATT-III) dan Ahli Nautika Tingkat III (ANT-III).
Sertifikasi ini bisa ditempuh setelah semester IV melalui ujian resmi Dewan Penguji Keahlian Pelaut (DPKP).
Berlokasi di kawasan strategis Sleman, Yogyakarta, kampus STIMARYO berdiri di atas lahan seluas sekitar 9.000 meter persegi.
Baca Juga: Kontrak Berakhir Hari Ini, Lucas Resmi Hengkang dari Agensi SM Entertainment
Fasilitas yang representatif serta kurikulum berbasis kebutuhan industri menjadi kekuatan utama dalam mencetak lulusan siap kerja.
Dengan mengacu pada standar nasional dan internasional, STIMARYO terus meningkatkan mutu pendidikan melalui kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Semua ini dilakukan demi menciptakan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter kuat.
Baca Juga: 9 Cara Merawat Kulit agar Sehat dan Cerah, Tak Hanya Bergantung pada Skincare!
Di tengah peluang besar sektor maritim Indonesia, STIMARYO hadir sebagai pintu bagi generasi muda untuk menaklukkan samudra peluang.
Dari ruang kelas hingga gelombang laut, mimpi besar itu perlahan diwujudkan dengan ilmu, keberanian, dan semangat tak kenal batas.***




