POJOKSATU.id — Pemerintah saat ini terus menyempurnakan Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dengan tujuan menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan relevan dengan kebutuhan industri serta siap terjun ke dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa arah kebijakan pelatihan ke depan akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategi Nasional (PSN).

Hal tersebut disampaikannya usai menggelar rapat bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta para pengelola KEK.

Baca Juga: Beasiswa MEXT Jepang 2027 Dibuka, Kuliah Gratis dan Tunjangan Rp12 Juta per Bulan!

Ia menegaskan bahwa program pelatihan vokasi, termasuk magang, akan disusun agar semakin selaras dengan kebutuhan industri.

"Jadi kami ingin pelatihan-pelatihan vokasi yang kita lakukan, termasuk juga nanti magang, itu lebih match lagi, lebih dekat lagi dengan kebutuhan dari KEK atau PSN," ujar Yassierli.

Menurutnya, hingga kini masih terdapat ketidaksesuaian antara materi pelatihan di balai latihan kerja dengan kebutuhan industri di beberapa KEK.

Baca Juga: Resep Donat Kentang Empuk dan Mengembang Sempurna, Anti Gagal untuk Pemula

Oleh karena itu, pemerintah melakukan pemetaan agar program pelatihan bisa lebih tepat sasaran dan efektif.

"Jadi tadi kita petakan apa yang bisa kita lakukan ke depan, lebih konkret, lebih kolaboratif. Ada KEK yang menyampaikan kebutuhan pelatihan tertentu, tetapi balai latihan kerja yang ada belum sepenuhnya siap atau belum sesuai," jelasnya.

Dalam rencana tersebut, pemerintah telah menyiapkan kuota sekitar 60.000 peserta untuk mengikuti program pelatihan vokasi.

Baca Juga: Fenomena ‘Gerhana’ Bintang Hiasi Langit Indonesia, Okultasi Asteroid Terjadi 26 April 2026

Selain itu, pelaksanaan magang juga akan diperluas dengan memanfaatkan 25 KEK yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Yassierli menekankan bahwa peserta tidak hanya akan memperoleh pelatihan, tetapi juga pengalaman langsung di dunia industri.

"Jadi yang kita latih vokasi langsung, mereka bisa bekerja, termasuk juga nanti ketika magang dijalankan, kita ingin peserta benar-benar mendapatkan pengalaman real dari industri," katanya.

Ia menambahkan bahwa program magang 2026 akan dirancang agar tersebar merata di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Magang Nasional 2026 Bermasalah? Menaker Temukan Penyimpangan Jam Kerja hingga Job Tak Sesuai Kompetensi

Dengan keberadaan 25 KEK yang memiliki karakteristik berbeda, peluang peserta untuk mendapatkan pengalaman kerja yang relevan akan semakin besar.

Sebelumnya, dalam keterangan resminya, Yassierli juga menegaskan bahwa PVN 2026 dirancang dengan konsep link and match antara pelatihan dan kebutuhan industri.

"Program ini dirancang link and match dengan kebutuhan industri. Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja," ujarnya.

Baca Juga: Mengenal STIKES Mitra RIA Husada Jakarta, Kampus Kesehatan yang Fokus Cetak Tenaga Profesional

Sebagai informasi, program PVN 2026 telah dilaksanakan secara nasional dengan jumlah awal sebanyak 10.405 peserta.

Mereka tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.

Melalui berbagai penyesuaian tersebut, pemerintah berharap program ini dapat menjawab kebutuhan industri sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Indonesia.***