POJOKSATU.id - Dugaan praktik perjokian mewarnai hari pertama pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026.
Seorang peserta ujian di UPN Veteran Jawa Timur terindikasi menggunakan identitas tidak sesuai saat mengikuti sesi pertama di Gedung Research Center, Surabaya, Selasa (21/4/2026).
Kasus ini menjadi perhatian karena UTBK SNBT merupakan jalur seleksi nasional menuju perguruan tinggi negeri dengan jumlah peserta mencapai 871.496 orang yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: TPG Guru Non ASN Ternyata Bisa Lebih Dari 2 Juta, Dengan Ketentuan Berikut ini!
Peserta Gelisah, Pengawas Curiga
Kecurigaan bermula ketika pengawas ruang ujian mendapati peserta menunjukkan gelagat gelisah. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, ditemukan ketidaksesuaian antara identitas resmi dengan orang yang hadir di lokasi ujian.
Meski foto pada data peserta terlihat mirip, orang yang mengikuti ujian diduga bukan pemilik identitas sebenarnya.
Temuan tersebut langsung dituangkan ke dalam berita acara kecurangan dan dilaporkan ke panitia pusat UTBK untuk proses lebih lanjut.
Baca Juga: Grup Chat Cabul Mahasiswa UI-IPB Bisa Masuk Penjara? Ahli Bongkar Pasal yang Bikin Geger
Staf Humas UPN Veteran Jawa Timur, Nizwan Amin, mengatakan peserta masih dalam penanganan internal dan belum dipulangkan.
“Sementara kecurangan itu kami catat dalam berita acara dan sudah kami laporkan ke pusat. Saat ini masih kami proses secara internal,” ujarnya.
Terkait Data Peserta di Unair
Panitia pusat kemudian menginformasikan adanya keterkaitan data peserta tersebut dengan lokasi ujian di Universitas Airlangga.
Baca Juga: Sudah Terbit SKTP? Simak Prosedur Penyaluran Tunjangan TPG Guru Berikut Ini!
Namun, pihak Unair memastikan peserta dimaksud tidak hadir di kampus mereka.
Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol Unair, Pulung Siswantara, menjelaskan identitas peserta itu telah terdeteksi sejak awal karena memiliki kemiripan dengan data peserta tahun sebelumnya.
“Fotonya terindikasi sama dengan peserta tahun 2025, sehingga sudah kami waspadai. Namun, yang bersangkutan tidak hadir di lokasi ujian UNAIR,” jelasnya.
Ia menambahkan, secara umum pelaksanaan UTBK di Unair berjalan lancar tanpa temuan pelanggaran lain.
“Secara keseluruhan berjalan lancar sesuai aturan. Tidak ada pelanggaran lain,” tambahnya.
Baca Juga: Sudah Terbit SKTP? Simak Prosedur Penyaluran Tunjangan TPG Guru Berikut Ini!
Incar Kedokteran di Dua Kampus Favorit
Berdasarkan penelusuran awal, peserta yang diamankan di UPN Veteran Jawa Timur diketahui memilih program studi Kedokteran di Universitas Brawijaya dan Universitas Jember.
Kedua program studi tersebut dikenal memiliki tingkat persaingan tinggi setiap tahun, sehingga dugaan perjokian ini kini masih didalami untuk memastikan ada tidaknya praktik lintas lokasi dalam UTBK 2026.
Menteri Akui Ada Kecurangan di Beberapa Kampus
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa pada hari pertama pelaksanaan UTBK ditemukan beberapa upaya tindakan curang di sejumlah perguruan tinggi pelaksana.
“Masih terjadi beberapa upaya tindakan curang dan panitia sudah melakukan imbauan, mari kita tegakan integritas, hindari kecurangan, karena pada akhirnya kecurangan dapat diketahui,” kata Brian saat mengunjungi Pusat UTBK Universitas Negeri Jakarta.
Baca Juga: ITB Perpanjang Pendaftaran SSU 2026, Jalur Masuk Kampus Favorit Kini Makin Panjang
Ia meminta seluruh peserta percaya pada kemampuan diri sendiri dan hasil belajar yang telah dipersiapkan sebelum ujian.
“Dukungan dan doa orang tua yang hari ini hadir hingga selesai tentu akan membuat adik-adik peserta lebih tenang dan dapat mengerjakan ujian dengan baik,” ujarnya.
Dua Modus Curang Sudah Ditemukan
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Eduart Wolok, menegaskan panitia telah menemukan dua pola kecurangan pada pelaksanaan UTBK tahun ini.
“Sejauh ini terdapat dua skema kecurangan yang sudah ditemukan seperti perjokian dan penggunaan alat bantu,” katanya.
Baca Juga: Kabar Baik bagi Puluhan Ribu Guru Tahun Ini, Anggaran TKG Naik Jadi Rp706 Miliar!
Ia memastikan pengawasan dilakukan ketat di seluruh pusat UTBK dan meminta peserta menjaga integritas selama proses seleksi berlangsung.
Sanksi Tegas Menanti
Panitia menegaskan pelaku kecurangan akan dikenai sanksi berat, meliputi:
-
Pengguguran sebagai peserta UTBK
-
Dicoret dari seleksi nasional PTN
-
Dicoret dari jalur mandiri perguruan tinggi negeri
-
Sanksi hukum sesuai ketentuan berlaku
Baca Juga: Temui Menteri PU, Bupati Bandung Bawa 3 Usulan Proyek Banjir dan Langsung Disetujui
UTBK SNBT 2026 digelar selama 10 hari, mulai 21 hingga 30 April 2026. Hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 25 Mei 2026. ***




