POJOKSATU.id - Universitas Medan Area (UMA) hadir sebagai salah satu wujud nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai amanat UUD 1945.
Kampus ini juga lahir dari aspirasi masyarakat yang terus berkembang untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi yang berkualitas.
Menariknya, nama Universitas Medan Area bukan sekadar identitas biasa.
Nama ini diambil sebagai bentuk penghormatan kepada para “Pejuang Medan Area” yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia di sekitar Kota Medan.
Baca Juga: 5 Cara Ampuh Atasi Masalah Manajemen Waktu Saat Kuliah, Biar Nggak Kewalahan!
Perjalanan UMA dimulai pada tahun akademik 1983/1984. Saat itu, kampus ini langsung membuka lima fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Semua fakultas tersebut menyelenggarakan pendidikan Strata 1 (S1) dan dalam waktu singkat berhasil memperoleh status terdaftar dari pemerintah.
Pengakuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 054/0/1984 tertanggal 6 Maret 1984.
Ini menjadi langkah awal yang penting bagi perkembangan UMA ke depan.
Baca Juga: Harga Plastik Melonjak: Pedagang Bandung Naikkan Harga, Farhan Pastikan Komoditas Masih Stabil
Seiring waktu, UMA terus berkembang. Pada tahun akademik 1985/1986, kampus ini membuka Fakultas Psikologi yang saat itu menjadi satu-satunya fakultas psikologi di luar Pulau Jawa.
Bahkan, pada tahun pertama saja sudah menampung ratusan mahasiswa.
Tak berhenti di situ, pada tahun akademik 1988/1989 UMA kembali membuka Fakultas Biologi, yang juga menjadi satu-satunya di luar Pulau Jawa.
Baca Juga: Wali Kota Bandung Sidak Pasar, Pastikan Stok Minyak Kita Aman dan Ultimatum Penimbun
Seiring perkembangan zaman, fakultas ini kemudian bertransformasi menjadi Fakultas Sains dan Teknologi sejak tahun 2021.
Dalam hal kualitas, UMA juga terus menunjukkan peningkatan. Pada tahun 2018, kampus ini berhasil meraih akreditasi institusi dengan nilai B dari BAN-PT.
Hingga kini, seluruh program studi yang ada telah terakreditasi dengan berbagai peringkat, mulai dari A, B, Baik Sekali hingga Baik.
Saat ini, Universitas Medan Area memiliki delapan fakultas dengan total puluhan program studi.
Baca Juga: Curhat Syok usai Diusir Artis di Satu Acara, Kesha Ratuliu: Semoga Dia Baca dan Intropeksi Diri
Terdiri dari 17 program S1, 5 program S2, serta 1 program doktor (S3). Fakultas tersebut meliputi Teknik, Pertanian, Ekonomi, Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Psikologi, Sains dan Teknologi, serta Fakultas Agama Islam.
Pengembangan juga dilakukan di jenjang pascasarjana.
Sejak tahun 2000, UMA telah membuka Program Magister Administrasi Publik, lalu disusul Magister Agribisnis dan Magister Ilmu Hukum pada tahun 2003.
Kemudian pada 2008, hadir pula Magister Psikologi.
Baca Juga: Sosok Atlet MMA Kei Badboy Tikam Ketua Golkar Maluku Tenggara Hingga Tewas, Umurnya Masih 28 Tahun
Menariknya lagi, pada tahun 2020 UMA membuka Program Doktor Ilmu Pertanian yang menjadi satu-satunya program doktor di perguruan tinggi swasta di Sumatera Utara saat itu.
Ini tentu jadi pencapaian yang patut diperhitungkan.
Perkembangan terus berlanjut. Tahun 2022, UMA membuka Fakultas Agama Islam serta Program Studi Magister Manajemen yang bahkan sudah terakreditasi unggul.
Baca Juga: Sambut April, DAM Tebar Promo Menarik Sepeda Motor Honda di Jawa Barat
Lalu di tahun 2025, kampus ini kembali menambah program baru, yakni Magister Informatika.
Semua langkah ini menunjukkan komitmen UMA dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Perjalanan Universitas Medan Area membuktikan bahwa semangat perjuangan tidak pernah benar-benar padam.
Dari nilai-nilai sejarah hingga inovasi pendidikan modern, kampus ini seperti mengingatkan bahwa masa depan bisa dibangun dari warisan perjuangan yang terus dijaga dan dikembangkan.***




