POJOKSATU.id — Institut Teknologi Bandung (ITB) kini resmi menghadirkan program studi baru bertajuk Magister Kecerdasan Sistem (Systems Intelligence).
Kehadiran program ini menjadi bentuk respons terhadap dinamika global yang terus berkembang menuju era Industri 5.0 dan Society 5.0, integrasi antara teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan menjadi semakin krusial.
Berdasarkan informasi dari laman resmi ITB, program ini dikembangkan sebagai inovasi pendidikan berbasis interdisipliner yang memadukan kemajuan teknologi terkini dengan pendekatan yang berorientasi pada manusia.
Baca Juga: Kemarau 2026 Lebih Kering, Tapi Bukan Godzilla, Ini Penjelasan Resmi BMKG
Wakil Dekan Sumber Daya SPITM ITB, Mirzam Abdurrachman, menyebutkan bahwa program ini merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan masa depan.
"Program ini hadir sebagai terobosan pendidikan interdisipliner yang mengintegrasikan teknologi mutakhir dengan nilai-nilai kemanusiaan," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Magister Kecerdasan Sistem dirancang untuk membentuk kemampuan mahasiswa dalam memahami situasi secara menyeluruh atau situational awareness, mengambil keputusan yang tepat, serta merancang solusi yang adaptif dalam menghadapi berbagai persoalan kompleks di masyarakat.
Dari sisi keilmuan, cakupan program ini tergolong luas karena mengintegrasikan beragam bidang.
Baca Juga: Sinopsis Film Dilan ITB 1997: Cinta, Idealismenya Mahasiswa, dan Bayang-Bayang Politik Orde Baru
Mahasiswa akan mempelajari keterkaitan antara Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), sistem cerdas, sektor transportasi, hingga perencanaan wilayah yang terhubung dalam satu sistem terpadu.
Dalam pelaksanaannya, kurikulum program ini disusun melalui kolaborasi lintas fakultas dan sekolah di ITB.
Sinergi tersebut melibatkan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI), Fakultas Teknologi Industri (FTI), Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK), Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL), Fakultas Teknologi Mesin dan Dirgantara (FTMD), serta Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB).
Baca Juga: Tembus 5 Besar Nasional! Undip Salip ITB dan ITS di SINTA 2026
Pendekatan lintas disiplin ini diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam aspek teknis, tetapi juga memiliki kapabilitas manajerial yang mumpuni.
Selama menempuh pendidikan, mahasiswa akan dibekali berbagai keterampilan seperti deep learning dan digital twin, serta kemampuan strategis seperti design thinking, digital leadership, dan pemahaman terhadap budaya digital.
Program Magister Kecerdasan Sistem ini dapat diselesaikan dalam rentang waktu 3 hingga 4 semester dengan total beban studi antara 42 hingga 48 SKS.
Metode pembelajaran yang ditawarkan pun fleksibel, yakni melalui jalur perkuliahan maupun berbasis riset.
Saat ini, proses pendaftaran telah dibuka melalui portal resmi seleksi pascasarjana ITB. Program ini memberikan kesempatan bagi berbagai kalangan.
Mulai dari profesional lintas sektor, praktisi di lingkungan pemerintahan, hingga lulusan sarjana dari bidang teknik, sains, maupun manajemen.
Bagi calon pelamar, diwajibkan untuk terlebih dahulu membuat akun pada laman admission ITB sebelum mengikuti tahapan seleksi.
Proses seleksi tersebut meliputi administrasi, substansi, serta pemenuhan standar akademik dan kemampuan bahasa.
Peserta yang berhasil melewati seluruh tahapan akan memperoleh Letter of Acceptance (LoA) sebagai bukti diterima di program tersebut.***




