POJOKSATU.id - Siapa sangka minyak jelantah yang biasanya dianggap limbah dan dibuang begitu saja, bisa disulap menjadi sumber energi listrik. Inovasi ini datang dari lima siswa MAN 19 Jakarta Selatan yang tergabung dalam tim AAAAQ Research 19.

Mereka adalah Alan Hermawan, Athar Narendra Wijaya, Muhammad Nayaka Arya Ganendra, Syaulia Kamila, dan Qnanthi Aysha Karinnina. Lewat ide kreatifnya, mereka menghadirkan program bernama Mistik (Minyak Jadi Listrik).

Ide ini ternyata berawal dari kejadian sederhana di kelas. Saat itu, lampu mendadak padam di tengah jam pelajaran karena stop kontak dipenuhi colokan ponsel dan kipas portable. Daya listrik sekolah tidak mampu menahan beban penggunaan yang berlebihan.

Baca Juga: Waduh! Login WA Web Bisa Kena Hack? Ini Fakta yang Bikin Kamu Kaget

Dari situ muncul pertanyaan sederhana, adakah cara mendapatkan energi tanpa membebani listrik sekolah?

Di waktu yang sama, mereka juga melihat fenomena lain di sekitar, baik di kantin sekolah maupun di rumah. Minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah kerap dibuang begitu saja setelah digunakan.

Dua kondisi inilah yang kemudian memantik ide besar mereka.

Dari Limbah Jadi Energi Alternatif

“Saya berpikir minyak yang selama ini dibuang sangat sayang jika tidak dimanfaatkan. Dari situ kami mulai mencari cara paling sederhana untuk memanfaatkannya,” kata salah satu anggota tim dalam keterangannya, Senin, 13 April 2026.

Baca Juga: Astaga! Deretan Skandal Kejaksaan Agung Ini Bikin Publik Curiga Meja Hijau Bisa Dibeli

Melalui program Mistik, minyak jelantah diolah menjadi lilin aromaterapi. Nah, panas dari lilin tersebut kemudian dikonversi menjadi energi listrik menggunakan modul Thermoelectric Generator (TEG).

Konsep ini memanfaatkan perbedaan suhu untuk menghasilkan listrik, sehingga panas dari lilin tidak terbuang sia-sia.

Proses Tidak Mudah, Sempat Gagal Berulang Kali

Perjalanan mereka tentu tidak langsung mulus. Tim harus melalui berbagai percobaan untuk menemukan komposisi lilin yang tepat, menjaga kestabilan panas, hingga merancang rangkaian TEG agar bisa menghasilkan daya listrik yang optimal.

Baca Juga: Insentif GTK Madrasah Non-ASN 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya! Penulis:

Beberapa percobaan awal bahkan hanya menghasilkan arus kecil, bahkan ada yang tidak menyala sama sekali.

Namun, mereka tidak menyerah. Dukungan dari orang tua dan guru menjadi penyemangat utama untuk terus mengembangkan proyek ini.

Titik balik pun akhirnya datang ketika prototipe pertama berhasil digunakan untuk mengisi daya perangkat kecil.

“Saat itu kami baru merasa proyek ini nyata, bukan sekadar ide di kertas,” jelas tim MAN 19 Jakarta.

Ubah Cara Pandang tentang Limbah

Program Mistik bukan hanya soal inovasi teknologi sederhana, tetapi juga mengubah cara pandang mereka terhadap limbah.

Baca Juga: Buruan! 8.592 Lowongan Padat Karya Bandung Dibuka, Gaji Harian Rp175 Ribu!

Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap tidak berguna, kini dipandang sebagai sumber energi yang memiliki potensi besar jika dikelola dengan tepat.

Mereka juga mulai menyadari bahwa pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga bisa menjadi solusi energi alternatif di kehidupan sehari-hari.

Raih Penghargaan Nasional

Inovasi ini kemudian diikutsertakan dalam ajang ASRI Awards 2025 dan berhasil meraih penghargaan sebagai The Most Sustainable Idea.

Dalam kompetisi tersebut, tim juga mendapatkan berbagai masukan penting, mulai dari peningkatan keamanan lilin hingga efisiensi alat yang mereka kembangkan.

Selain itu, pengalaman bertemu dengan peserta lain membuka wawasan mereka bahwa masalah serupa ternyata juga dialami banyak sekolah di berbagai daerah. ***