POJOKSATU.ID - Teman-teman ada kabar baik nih datang untuk para guru non ASN di Kabupaten Jepara.

Jadi ya, pemerintah daerah setempat kembali menjalankan program Kartu Guru Sejahtera KGS yang menyasar puluhan ribu tenaga pendidik.

Nah, program ini memang tidak diperuntukkan bagi guru PNS maupun PPPK.

Baca Juga: Sinyal Rekrutmen CPNS 2026, Maros Usulkan 25 Formasi Tenaga Kesehatan, Ini Rinciannya

Justru, fokusnya adalah membantu guru non ASN yang selama ini belum banyak tersentuh bantuan kesejahteraan.

 

Sasar 17 Ribu Lebih Guru

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, sebutkan total penerima KGS mencapai 17.372 guru non ASN dari berbagai lembaga pendidikan.

Dikutip JPNN.cpm pada 12 April 2026, Witiarso berkata demikian.

Baca Juga: Gaji ke-13 2026 Segera Cair Lebih Awal, Tapi 2 Kategori ASN Ini Dipastikan Tidak Dapat, Cek Sekarang Disini

“Para penerima manfaat mencakup guru di sekolah negeri dan swasta, termasuk guru TPQ, madrasah diniyah, pondok pesantren, hingga instruktur lembaga kursus,” ujarnya.

Jadi, program ini jadi bentuk apresiasi atas peran besar para pendidik dalam mencetak generasi masa depan.

 

Bentuk Apresiasi untuk Guru

Menurut Witiarso, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia.

Nah guys, situlah peran guru menjadi sangat penting.

“Peran guru, ustadz, kiai, maupun para pendidik harus kita apresiasi karena anak-anak kita menjadi terdidik berkat beliau-beliau itu,” katanya.

Program KGS sendiri sudah berjalan sejak awal masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.

Dengan total anggaran mencapai Rp19,488 miliar, sebelumnya program ini telah menjangkau 10.827 guru non ASN.

 

Cakupan Diperluas di 2026

Jadi, pada tahun 2026, cakupan program KGS diperluas.

Baca Juga: Gaji ke-13 2026 Segera Cair Lebih Awal, Tapi 2 Kategori ASN Ini Dipastikan Tidak Dapat, Cek Sekarang Disini

Lalu ya, penerima kini tidak hanya guru formal, tapi juga tenaga pendidikan nonformal.

Mulai dari guru PAUD non PNS, guru SD dan SMP swasta, hingga tenaga pengajar keagamaan seperti di TPQ dan pondok pesantren.

Bahkan ya, program ini juga menyasar guru yang belum menerima Tunjangan Profesi Guru TPG.

 

Dukungan Dunia Pendidikan

Ketua Pergunu Jepara, Ahmad Makhali, turut mengapresiasi kebijakan itu.

Baca Juga: Aksi Nyata Peduli Warga, Klinik Amanah Bunda Gelar Pengobatan Gratis di Plawad Karawang

Dia sebut program ini sebagai kabar baik bagi para guru, khususnya di madrasah.

“Kartu Guru Sejahtera ini kabar gembira untuk para guru madrasah yang jumlahnya sekitar 2.241 orang,” ujarnya.

Intinya, program Kartu Guru Sejahtera di Jepara jadi bukti nyata perhatian pemerintah daerah terhadap guru non ASN.

Tenang ya, dengan jumlah penerima yang terus bertambah, diharapkan kesejahteraan guru meningkat dan berdampak pada kualitas pendidikan.

Program ini juga menunjukkan peran guru di semua lini tetap jadi prioritas.***