POJOKSATU.ID - Kabar gembira mengenai kelulusan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) seharusnya menjadi momen perayaan bagi setiap keluarga.

Namun, sebuah potret yang diunggah oleh akun @kumifigo di platform X baru-baru ini memperlihatkan realita pahit yang menyelimuti sebuah keluarga.

Di mana kebahagiaan sang anak harus berbenturan dengan kondisi ekonomi orang tua yang terbatas.

Dalam unggahan tersebut, terlihat cuplikan video dari Radar Magelang yang memperlihatkan seorang anak tampak bahagia karena berhasil lolos SNBP.

Baca Juga: Kesempatan Karier di Kementrans: Seleksi Terbuka JPT Pratama untuk Posisi Kepala Biro Organisasi Resmi Dibuka

Kontras dengan sang anak, ibunya justru menunjukkan raut wajah kebingungan sembari mempertanyakan bagaimana cara membayar biaya sekolah nantinya.

"Bayarnya gimana?" menjadi kalimat singkat yang menggambarkan beratnya beban pikiran sang ibu.

Unggahan akun @kumifigo tersebut menyoroti bahwa bagi kalangan menengah ke bawah, lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi tetap menjadi tantangan.

Meski prestasi telah diraih, tembok besar bernama biaya pendidikan tetap berdiri kokoh di depan mata.

Baca Juga: Kesempatan Karier di Kementrans: Seleksi Terbuka JPT Pratama untuk Posisi Kepala Biro Organisasi Resmi Dibuka

Fenomena ini memicu diskusi hangat di media sosial mengenai aksesibilitas pendidikan tinggi di Indonesia.

Banyak warganet yang menyuarakan bahwa jalur prestasi seperti SNBP seharusnya dibarengi dengan skema bantuan keuangan yang lebih masif dan tepat sasaran.

Harapannya, tidak ada lagi anak berprestasi yang harus mengubur mimpinya hanya karena kendala finansial.

Kejadian yang viral melalui informasi dari Radar Magelang dan akun @kumifigo ini menjadi pengingat bagi pihak berwenang.

Perjalanan seorang mahasiswa tidaklah berhenti pada kata "Lulus Seleksi", melainkan pada bagaimana mereka mendapat dukungan penuh untuk bisa menuntaskan pendidikan hingga akhir tanpa terbebani ekonomi yang sulit.***