POJOKSATU.ID - Menjelang pembukaan seleksi CPNS 2026, persiapan bukan hanya soal menaklukkan soal-soal SKD yang menjebak, melainkan juga soal kecerdikan dalam membaca peta persaingan.
Belajar dari tren tahun-tahun sebelumnya, banyak pelamar yang seringkali terpaku pada instansi-instansi populer.
Padahal ada deretan instansi pusat dengan tawaran gaji menggiurkan namun memiliki rasio pelamar yang relatif rendah.
Strategi memilih instansi yang tepat bisa menjadi penentu utama apakah kamu akan sekadar menjadi donatur pendaftaran atau benar-benar menyandang status ASN.
Salah satu primadona yang patut dilirik adalah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional).
Bayangkan, pada periode sebelumnya, instansi ini membuka hingga 500 formasi namun hanya menarik 397 pelamar, sebuah angka yang secara logika membuat peluang lolos menjadi sangat besar dengan tawaran gaji hingga Rp11 juta.
Selain itu, Setjen Komnas HAM juga menjadi pilihan strategis bagi lulusan S1, karena selain persaingannya yang tidak terlalu padat (hanya sekitar 292 pelamar untuk 38 formasi), gaji yang ditawarkan sangat kompetitif, yakni mencapai Rp12,5 juta.
Begitu pula dengan KemenPAN-RB yang meski menjadi "dapur" kebijakan ASN, justru seringkali memiliki jumlah pelamar yang masuk akal, sekitar 311 orang untuk 61 formasi dengan kisaran gaji Rp9,6 hingga Rp12,2 juta.
Baca Juga: Dishub Kota Bandung Pasang 30 Titik Lampu Baru di Taman Lalu Lintas, Keamanan Malam Ditingkatkan
Tak berhenti di situ, beberapa lembaga tinggi negara dan kementerian koordinator juga seringkali terlupakan oleh para pejuang CPNS.
Setjen MPR RI, Kemenko PMK, dan Kemenko Polhukam adalah contoh instansi yang menawarkan stabilitas karier dan gaji yang cukup tinggi (sekitar Rp9 juta di Polhukam), namun jumlah pelamarnya cenderung rendah.
Hal ini kemungkinan disebabkan oleh kualifikasi pendidikan yang sangat spesifik atau kurangnya publikasi di kalangan pelamar umum.
Keadaan serupa juga ditemukan pada instansi seperti BPIP yang menawarkan gaji Rp8 hingga Rp9,9 juta, serta Setjen Wantannas, BNPT, dan Setjen Komisi Yudisial yang secara konsisten menunjukkan tren jumlah pelamar yang relatif sedikit.
Kunci sukses untuk CPNS 2026 nanti adalah keberanian untuk tidak sekadar mengikuti arus.
Jika kamu memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai dengan instansi-instansi "sepi peminat" tersebut, jangan ragu untuk menjadikannya target utama.
Dengan persaingan yang lebih longgar, fokus kamu bisa lebih tercurah pada pemenuhan nilai ambang batas (passing grade) tanpa perlu terlalu merasa tertekan oleh ribuan pesaing di satu formasi.
Ingat, menjadi ASN di instansi mana pun tetaplah sebuah pencapaian besar, apalagi jika kamu bisa masuk melalui jalur yang lebih cerdas dan strategis.***




