POJOKSATU.id - Kabar membanggakan datang dari dunia akademik, yaitu mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB), Institut Teknologi Bandung (ITB).

Keduanya berhasil meraih pendanaan riset bergengsi dari Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) melalui program Student Research Funding 2025.

Mereka adalah A. Zaky Aditya dan Wenny Yusvicka yang tergabung dalam tim bernama TIMah Primer.

Baca Juga: VIRAL Jokowi Telepon Presiden UEA, Jawaban MBZ Soal Perang Bikin Kaget: Nggak Ada yang Tahu!

Dalam program ini, keduanya mengangkat penelitian berjudul "Geochemical Evolution of Klabat Granite and Its Implications for Sn-REE Enrichment: A Case Study from Greisen-Type Primary Tin Deposits in Pangkalan Baru, Bangka Island" dan dinyatakan lolos sebagai salah satu tim terpilih pada Rabu, 4 Maret 2026.

Program hibah riset ini memang dirancang untuk mendorong munculnya penelitian berkualitas dari generasi muda, sekaligus memperkuat kapasitas akademik dan teknis mahasiswa di bidang geosains.

Setiap tim yang terpilih mendapatkan dukungan dana hingga Rp50 juta untuk menjalankan riset selama enam bulan.

Baca Juga: Buat Pemilu 2029, Sangat Strategis Buat Prabowo Menunjukkan Dukungan untuk Iran

Proses Seleksi Ketat hingga Pendanaan
Perjalanan menuju pendanaan ini tidak instan. Tim harus melewati proses panjang dan kompetitif, mulai dari seleksi proposal hingga evaluasi lanjutan bersama 15 proposal terbaik lainnya.

“Setelah terpilih, kami meneliti selama enam bulan dengan beberapa milestone seperti progress report, presentasi di MGEI Annual Convention, hingga presentasi akhir pada 4 Maret 2026,” ujar A. Zaky Aditya.

Meneliti Timah dan Rare Earth Element di Bangka
Riset yang dilakukan berlokasi di area Izin Usaha Pertambangan milik PT Timah Tbk di Pangkalan Baru, Pulau Bangka.

Baca Juga: Iran Beri Peringatan Keras ke Negara Timur Tengah yang Jadi Pangkalan Militer AS

Fokus penelitian ini adalah memahami bagaimana proses geologi dan geokimia mengontrol terbentuknya mineralisasi timah (Sn) dan Rare Earth Element (REE).

Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemetaan zona alterasi hidrotermal, analisis struktur geologi pengontrol fluida, hingga identifikasi tahapan mineralisasi.

Tidak hanya itu, penelitian juga mengkaji distribusi REE yang menunjukkan karakteristik granit tipe-S yang sangat terfraksinasi.

Dari hasil tersebut, tim berhasil mengembangkan model struktural-hidrotermal untuk mineralisasi Sn-REE.

Baca Juga: Prompt Viral, ‘Tunggu Aku Sukses Nanti’ di Gemini AI, Begini Cara Bikin Template Versi Kamu Sendiri

Model ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam strategi eksplorasi di masa depan, khususnya untuk meningkatkan efisiensi pencarian cadangan baru pada endapan timah primer di Indonesia.

Tantangan Lapangan hingga Pembelajaran Berharga
Selama menjalankan penelitian, tim menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah manajemen waktu antara kegiatan akademik dan riset yang berjalan bersamaan.

Selain itu, penelitian di area tambang aktif menuntut kemampuan adaptasi tinggi terhadap kondisi lapangan yang dinamis.

Baca Juga: Cegah Kontaminasi Bakteri, Dapur SPPG Pangenan Ender Gunakan Teknologi Oven untuk Sterilisasi Wadah

Meski tidak mudah, pengalaman tersebut justru menjadi pembelajaran penting yang tidak didapatkan di ruang kelas.

Melalui program ini, mereka juga mendapatkan pengalaman menyeluruh, mulai dari penyusunan proposal, penelitian lapangan, analisis data geokimia, hingga presentasi di hadapan para profesional industri.

Tips dan Harapan untuk Mahasiswa Indonesia
Tim turut membagikan sejumlah tips bagi mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi serupa.

Baca Juga: Punya Rekor Tak Menguntungkan Lawan Persikad Musim Ini, PSMS Tak Gentar Curi Poin di Markas Tim Serigala Margonda

Mereka menekankan pentingnya memilih topik penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri, menyusun metodologi yang kuat, serta mempersiapkan diri menghadapi sesi wawancara.

“Harapannya, semoga semakin banyak mahasiswa Indonesia yang berani terjun ke dunia penelitian sejak dini, karena dari situlah lahir inovasi yang bisa membawa Indonesia bersaing di tingkat regional maupun global, terutama di sektor sumber daya alam yang menjadi salah satu kekuatan terbesar negeri ini,” tuturnya. ***