POJOKSATU.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memblokir akses situs Wikimedia Commons di seluruh jaringan internet Indonesia sejak Rabu, 25 Maret 2026.

Pemblokiran ini langsung berdampak pada pengguna yang tidak lagi bisa mengakses layanan tersebut secara normal.

Informasi ini juga telah dikonfirmasi oleh Wikipedia bahasa Indonesia melalui akun resmi mereka di platform X.

Baca Juga: Peneliti IPB Temukan Tanaman Kangkang Katup sebagai Obat Diabetes Alami, Masuk 117 Inovasi Indonesia 2025

Dalam keterangannya disebutkan bahwa layanan Wikimedia Commons sudah tidak dapat diakses dari dalam negeri.

“Per tanggal 25 Maret 2026, situs web Wikimedia Commons (https://commons.wikimedia.org) telah diblokir oleh pihak Kemkomdigi,” tulis pernyataan resmi yang dikutip pada 1 April 2026.

Kronologi Pemblokiran
Sebelum pemblokiran penuh dilakukan, Komdigi sebenarnya sudah lebih dulu membatasi akses pada fitur login di subdomain auth.wikimedia.org sejak 25 Februari 2026.

Baca Juga: Semangat Pasca Lebaran, Kemenag Percepat Strategi ASN 2026, Fokus Manajemen Talenta dan Layanan Digital

Langkah awal ini diambil karena Wikimedia Foundation dinilai belum memenuhi kewajiban sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Lingkup Privat di Indonesia.

Status ini merupakan syarat wajib bagi platform digital global yang beroperasi di Indonesia.

Meski begitu, pada Maret 2026 Komdigi sempat menyampaikan bahwa akses akan kembali dinormalisasi apabila proses pendaftaran dan verifikasi PSE telah diselesaikan oleh pihak terkait.

Baca Juga: Banyak Guru Sudah Terima TPG Maret Lebih Awal, Namun Sebagian Masih Menunggu, Ini Faktor Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kewajiban PSE dan Respons Wikimedia
Dalam penjelasan yang disampaikan melalui media sosial, Wikipedia bahasa Indonesia menyebut bahwa seluruh PSE memang diwajibkan untuk mendaftar ke Komdigi.

Selain itu, terdapat sejumlah kewajiban lain yang harus dipenuhi, seperti menyerahkan akses sistem dan data kepada pihak berwenang, tidak menyediakan konten terlarang, serta mematuhi permintaan penghapusan konten tertentu.

Kebijakan ini menjadi bagian dari regulasi pemerintah dalam mengawasi aktivitas digital sekaligus menjaga ruang internet tetap aman dan sesuai aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga: Haru usai Divonis Bebas dalam Kasus Video Desa Karo, Amsal Sitepu: Tuhan Menggerakkan Banyak Orang untuk Keadilan Saya

Peran Penting Wikimedia Commons
Wikimedia Commons bukan sekadar situs biasa. Platform ini merupakan repositori pusat untuk berbagai berkas media berlisensi bebas yang digunakan di seluruh proyek Wikimedia, termasuk Wikipedia.

Situs ini menjadi sumber utama gambar, video, dan file multimedia yang digunakan dalam artikel Wikipedia di berbagai bahasa.

Selain itu, masyarakat juga memanfaatkannya untuk keperluan edukasi, penelitian, hingga karya kreatif karena menyediakan konten legal dengan lisensi terbuka.

Baca Juga: Bukan Cuma Gaji Pokok, PPPK Terima Tunjangan Hingga Rp732 Ribu Mulai April 2026, Ini Golongan Penerimanya

Dampak bagi Pengguna di Indonesia
Pemblokiran Wikimedia Commons membawa dampak cukup signifikan, terutama bagi komunitas kontributor dan pengguna informasi digital di Indonesia.

Akses terhadap jutaan konten berlisensi bebas kini terhenti, sehingga pengguna kehilangan sumber penting untuk kebutuhan pendidikan, riset, maupun produksi konten kreatif.

Kondisi ini juga dinilai dapat menghambat distribusi informasi berbasis digital, terutama bagi pelajar, mahasiswa, dan kreator yang selama ini mengandalkan platform tersebut sebagai sumber referensi visual yang legal.

Baca Juga: Bukan Cuma Gaji Pokok, PPPK Terima Tunjangan Hingga Rp732 Ribu Mulai April 2026, Ini Golongan Penerimanya

Pihak Wikipedia menyatakan bahwa akses ke situs Wikimedia Commons kini sudah kembali dibuka oleh Kemkomdigi dan layanan Wikipedia tetap dapat digunakan secara normal.

Namun, domain auth.wikimedia.org masih mengalami pemblokiran, sehingga pengguna belum bisa masuk (log in) untuk berkontribusi dalam proyek Wikimedia. ***