POJOKSATU.ID – Persaingan memperebutkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Lampung mencapai puncaknya.
Berdasarkan data Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025, dua raksasa pendidikan di Lampung, Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dan Universitas Lampung (Unila), mencatatkan angka peminat yang fantastis.
Fenomena menarik muncul tahun ini, di mana pilihan calon mahasiswa terlihat terbelah tajam antara dominasi sektor teknik dan daya tarik sektor hukum serta kesehatan.
Di kubu ITERA, mahkota prodi terfavorit diraih oleh Teknik Pertambangan.
Baca Juga: Viral Unggahan Akun X aka Twitter Sebut Rekrutmen CPNS 2026 Ditunda, Warganet Gaduh
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 1.724 calon mahasiswa bersaing ketat untuk masuk ke jurusan ini.
Tren ini menunjukkan bahwa sektor sumber daya alam masih menjadi magnet utama bagi generasi muda.
Menyusul di posisi kedua, prodi Farmasi secara mengejutkan berhasil mengumpulkan 1.437 peminat, membuktikan bahwa ITERA kini tidak hanya dilirik karena ilmu teknik murninya, tetapi juga sains kesehatan.
Posisi lima besar ITERA dilengkapi oleh Teknik Informatika (1.195), Teknik Industri (1.081), dan Teknik Sipil (750).
Baca Juga: Arahan Presiden Prabowo, Pejabat Negara Diminta Hindari Kemewahan Saat Lebaran 2026!
Bergeser ke Universitas Lampung, prodi Hukum tetap menjadi "primadona" abadi dengan total peminat mencapai 2.448 orang.
Angka ini sekaligus menjadikan Hukum Unila sebagai jurusan dengan peminat terbanyak dibandingkan seluruh prodi lain di kedua kampus tersebut.
Posisi kedua ditempati oleh Pendidikan Kedokteran dengan 1.717 peminat. Menariknya, Unila juga mencatatkan lonjakan peminat pada jalur vokasi.
Program D3 Perpajakan dan D3 Administrasi Perkantoran secara mengejutkan menembus angka di atas 1.400 peminat, mengalahkan popularitas beberapa jurusan sarjana lainnya.
Satu hal yang mencuri perhatian dari data SNBT 2025 ini adalah tingginya minat pada program Diploma (D3) di Unila.
Dengan peminat yang rata-rata di atas 1.200 orang, jalur vokasi terbukti semakin diminati karena dianggap menawarkan kesiapan kerja yang lebih cepat di dunia industri dan pemerintahan.
Sementara itu, ITERA terus memperkokoh posisinya sebagai pusat pencetak tenaga ahli teknik di Sumatera dengan konsistensi peminat di sektor-sektor strategis seperti geologi, lingkungan, hingga teknologi pangan.***




