POJOKSATU.id – Puluhan orangtua siswa SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Bogor mendatangi Bale Pananggeuhan, Gedung Sate, Bandung, Selasa, 10 Maret 2026.
Kedatangan mereka untuk menyampaikan keberatan atas keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mencabut izin operasional sekolah tersebut.
Para wali murid mulai berkumpul sekira pukul 10.00 WIB dan baru menyelesaikan dialog dengan berbagai pihak sekitar pukul 13.30 WIB.
Perwakilan wali murid kelas XII SMK IDN Bogor, Sri Malahayati, mengatakan kedatangan mereka bertujuan untuk menyampaikan langsung aspirasi kepada Gubernur Jawa Barat.
“Kami ingin mengadu kepada yang terhormat Gubernur Jawa Barat, Pak Dedi Mulyadi. Karena kami sangat kaget sekali dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur yang turun tentang pembatalan izin operasional sekolah di tengah tahun ajaran,” katanya.
Menurut Sri, keputusan tersebut menimbulkan kecemasan bagi para orangtua, terutama karena saat ini sudah memasuki bulan Maret dan para siswa dalam waktu dekat akan menghadapi ujian.
“Kami khawatir karena negara tidak hadir untuk bisa memahami apa yang menjadi kebutuhan dan hak anak kami untuk melanjutkan pendidikan,” jelasnya.
Baca Juga: Viral Paket MBG Ramadan Siswi Ini Bikin Melongo, Dapat Ayam Satu Ekor hingga Susu Berliter-liter
Nasib Ratusan Siswa Dipertanyakan
Sri menilai persoalan ini tidak hanya menyangkut segelintir siswa, melainkan keberlanjutan pendidikan ratusan siswa yang masih menempuh pendidikan di SMK IDN.
Kekhawatiran terbesar datang dari para siswa kelas XII yang saat ini sudah berada di penghujung masa sekolah.
“Apalagi yang kelas XII, mereka sudah di ujung, sudah tinggal tiga bulan lagi harusnya mereka mendapatkan ijazah,” katanya.
Hal senada disampaikan wali murid lainnya, Nurdyanti.
Ia berharap pemerintah memberikan kesempatan kepada para siswa, terutama kelas XII, untuk menyelesaikan pendidikan hingga akhir tahun ajaran.
“Sampai mereka mendapatkan ijazah resmi dari IDN. Karena kalau bicara lembaga pendidikan, ya mereka juga sedang mengurus segala macam, ya berikan juga kesempatan. Jadi kami pengen kehadiran negara, pemerintah, di bagian itu,” ujarnya.
Polemik Bermula dari Kasus Disiplin
Berdasarkan informasi yang dihimpun, polemik terkait SMK IDN Bogor ini mulai mencuat sejak November 2025.
Permasalahan awal disebut bermula dari keputusan pihak pesantren yang menjatuhkan status dikeluarkan (DO) kepada seorang siswa karena diduga melakukan pelanggaran disiplin.
Keputusan tersebut tidak diterima oleh wali murid yang kemudian melayangkan somasi dan gugatan perdata.
Pihak sekolah pun merespons dengan melaporkan perkara tersebut secara pidana.
Seiring berjalannya waktu, polemik tersebut berkembang hingga menyentuh persoalan legalitas sekolah.
Situasi itu kemudian berujung pada terbitnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat yang mencabut izin operasional SMK IDN. ***




