POJOKSATU.ID - Belakangan ini, beredar berbagai informasi di media sosial mengenai kewajiban sinkronisasi data yang memicu kekhawatiran di kalangan pengelola data pendidikan.

Untuk menghindari kesalahpahaman, penting bagi kita semua untuk menyaring informasi dengan saksama sebelum mengambil tindakan.

Perlu ditegaskan kembali bahwa proses sinkronisasi memiliki aturan main yang bertujuan untuk menjaga efektivitas sistem dan kelancaran akses bersama.

Sinkronisasi hanya diwajibkan bagi sekolah yang baru saja melakukan perubahan atau pembaruan data (update) pada aplikasi.

Baca Juga: Tanpa Sinkronisasi Hari Ini, SKTP Maret Akan Gunakan Data Februari Berpengaruh Pada TPG!

Jika terdapat perubahan pada data guru, siswa, atau sarana prasarana, barulah langkah ini dilakukan agar data di pusat sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Bagi sekolah yang tidak memiliki perubahan data sama sekali, sangat disarankan untuk tidak melakukan sinkronisasi.

Mengapa demikian? Melakukan penarikan atau pengiriman data tanpa ada pembaruan hanya akan menambah beban kerja server secara sia-sia.

Mari kita bijak dalam mengelola lalu lintas data.

Baca Juga: Jika Tidak Melakukan Sinkronisasi Maka Akan Menggunakan Data TPG Bulan Februari 2026

Dengan tidak melakukan sinkronisasi yang tidak perlu, kita membantu menjaga stabilitas server agar tetap ringan dan lancar saat diakses oleh sekolah-sekolah lain yang memang sedang sangat membutuhkan proses update.

Jangan termakan isu yang mewajibkan semua sekolah melakukan sinkronisasi secara massal tanpa alasan yang jelas. Cek kembali data Anda; jika tetap, maka tidak perlu sinkron.***