POJOKSATU.id, JAKARTA-- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mengatakan, kehadiran kecerdasan buatan (AI) dalam industri asuransi tidak serta merta akan menghilangkan peran penting yang dimiliki agen asuransi.
Dipastikan agen asuransi memiliki keunggulan yang sulit digantikan oleh kecerdasan AI.
"Asuransi yang benar-benar mengerti kebutuhan hidup, melihat secara kebutuhan keseluruhan. Jadi AI tidak dapat menggantikan agen secara menyeluruh," kata Direktur Eksekutif AAJI, Emira E Oepangat, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga: Kota Surabaya Disebut Berhasil Dalam Urusan Pengelolaan Sampah di Indonesia
Meskipun AI tidak dapat menggantikan agen secara menyeluruh, namun AI dapat menjadi alat bantu yang berharga bagi agen dan bisa menganalisis profil nasabah dan menentukan produk yang paling sesuai.
"Agen juga dapat memanfaatkan AI untuk menghitung jumlah uang pertanggungan dan premi yang ideal bagi calon nasabah," ucapnya.
Sementara, Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK, Sumarjono mengatakan, pihaknya akan menerapkan standar baru untuk memastikan perusahaan asuransi lebih akuntabel dan strategi dalam meminimalisir celah penyimpangan dan pengelolaan dana asuransi jiwa.
"Industri asuransi hidup dari kepercayaan. Ini bertahan jika tata kelola dan manajemen risiko dijalankan bukan sekadar sebagai kewajiban, tetapi sebagai budaya," terangnya.***




