POJOKSATU.id - Batas akhir upload SPTJM TKA SD dan SMP 2026 kini tinggal hitungan hari.

Guru dan proktor sekolah diimbau segera menyelesaikan finalisasi DNS serta mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) sebelum sistem resmi ditutup.

Tahapan administrasi ini menjadi krusial karena menjadi syarat lanjutan menuju pengaturan sesi, gelombang, hingga gladi bersih TKA 2026.

Baca Juga: Dana TPG Retur ke Negara Karena Rekening Tidak Valid, Ini 7 Penyebab Paling Sering dan Cara Bereskan Sebelum Penyaluran Berikutnya

Jika terlewat, sekolah berisiko tidak dapat melanjutkan proses ke tahap berikutnya.

SPTJM bukan sekadar formalitas administrasi.

Dokumen ini menjadi bentuk tanggung jawab kepala sekolah atas validitas data peserta TKA yang telah didaftarkan melalui sistem.

Finalisasi DNS Jadi Syarat Utama

Sebelum mengunggah SPTJM, proktor wajib memastikan Daftar Nominasi Sementara (DNS) sudah diunggah dan difinalisasi di laman resmi TKA.

Baca Juga: Guru Non ASN Bersertifikasi Tetap Dapat TPG Bulanan Rp2 Juta, Tapi THR Tidak Otomatis! Ini Cara Menghitung Penerimaan Maret Biar Tidak Kecewa

Status DNS harus menunjukkan tanda centang hijau sebagai indikator bahwa data telah tervalidasi sistem.

Jika DNS belum difinalisasi, menu SPTJM tidak akan bisa diakses.

Karena itu, guru dan operator sekolah perlu memastikan seluruh peserta sudah terdaftar dengan benar di menu pendaftaran peserta.

Dalam praktiknya, masih ditemukan sekolah yang fokus pada simulasi aplikasi, namun lupa menyelesaikan tahapan administratif.

Padahal, sistem akan terkunci otomatis sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Cara Upload SPTJM TKA 2026

Berikut langkah yang perlu dilakukan proktor sekolah:

1. Pastikan DNS sudah diunggah dan berstatus final.

2. Masuk ke menu SPTJM pada dashboard.

3. Klik nama sekolah.

Baca Juga: IPM Tembus 75,58: Bupati Bandung Klaim 74 Persen Visi-Misi Terealisasi

4. Unduh dan cetak dokumen SPTJM.

5. Tanda tangani di atas materai dan beri stempel resmi sekolah.

6. Scan atau foto dokumen dengan jelas.

7. Unggah kembali dalam format JPG atau PDF.

Disarankan menggunakan format JPG agar lebih ringan dan minim risiko gagal unggah.

Baca Juga: IPM Tembus 75,58: Bupati Bandung Klaim 74 Persen Visi-Misi Terealisasi

Setelah upload, cek kembali menu berkas untuk memastikan dokumen sudah terbaca sistem.

Bagaimana Jika Data Siswa Masih Salah?

Beberapa guru mengkhawatirkan kesalahan identitas siswa di DNS.

Selama waktu sangat terbatas, sekolah tetap dapat melanjutkan proses upload SPTJM.

Perbaikan identitas dapat dilakukan pada tahap berikutnya sebelum pencetakan sertifikat hasil TKA.

Namun demikian, perbaikan di sistem verval peserta didik tetap harus dilakukan agar sinkron dengan data pusat.

Jangan Tunggu Hari Terakhir

Mengunggah SPTJM di hari terakhir berisiko tinggi karena kemungkinan server padat atau gangguan teknis.

Guru dan proktor disarankan menyelesaikan proses minimal satu hingga dua hari sebelum penutupan sistem.

Baca Juga: Guru Non ASN Bersertifikasi Tetap Dapat TPG Bulanan Rp2 Juta, Tapi THR Tidak Otomatis! Ini Cara Menghitung Penerimaan Maret Biar Tidak Kecewa

Selain itu, setelah SPTJM diunggah, sekolah masih harus mengatur sesi dan gelombang peserta sebagai persiapan gladi bersih.

Kedisiplinan administrasi menjadi kunci sukses pelaksanaan TKA 2026.

Bukan hanya soal kelancaran teknis ujian, tetapi juga integritas data peserta yang menjadi tanggung jawab sekolah.

Pastikan seluruh tahapan selesai tepat waktu agar peserta didik dapat mengikuti gladi dan pelaksanaan TKA tanpa hambatan administratif.***