POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengungkapkan bahwa program Sekolah Rakyat memiliki landasan spiritual yang kuat.

Program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini terinspirasi dari pesan dalam Alquran, khususnya Surat An-Nisa ayat 8-10, yang mengingatkan umat manusia agar tidak meninggalkan generasi yang lemah.

Dalam sebuah acara buka puasa bersama di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat lalu, Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar memberikan akses pendidikan cuma-cuma.

Lebih dari itu, program ini dirancang untuk membentuk anak bangsa menjadi individu yang pintar, memiliki keterampilan, berkarakter kuat, dan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan optimis.

Baca Juga: Referensi Lokasi Ngabuburit Gratis dan Estetik di Pusat Kota Saat Ramadhan !

Perubahan Nyata dan Rasa Percaya Diri

Sejak diluncurkan beberapa bulan lalu, program ini telah menunjukkan hasil yang signifikan pada diri para siswa.

Selain kondisi fisik yang lebih bugar berkat asupan makanan bergizi, para siswa kini tampil lebih disiplin, kreatif, dan yang paling utama adalah hilangnya rasa rendah diri.

Kehadiran negara melalui Sekolah Rakyat dipandang sebagai bentuk pembelaan terhadap kelompok masyarakat di level terbawah.

Dengan memberikan fasilitas pendidikan berkualitas berbasis asrama, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) kini memiliki peluang yang sama untuk maju.

Baca Juga: Amalan Ringan Berpahala Besar yang Sering Terlupakan di Bulan Ramadan

Selain aspek akademis, Sekolah Rakyat juga menjadi laboratorium toleransi beragama.

Hal ini terlihat dari keharmonisan antar siswa maupun pengajar yang berbeda keyakinan.

Sebagai bentuk nyata keberagaman tersebut, dalam acara di Tangerang, seorang guru beragama Kristen asal Mimika, Papua Tengah, turut berpartisipasi membawakan lagu religi Islam sebagai simbol kebersamaan.

Gus Ipul menegaskan pentingnya menjaga lingkungan sekolah dari segala bentuk perundungan, kekerasan fisik, maupun kekerasan seksual.

Pendidikan karakter di Sekolah Rakyat diarahkan agar nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghormati menjadi nadi utama dalam kegiatan belajar mengajar.***