POJOKSATU.ID - Informasi mengenai dibukanya pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) 2026 untuk lulusan SMA, SMK, D3, S1 hingga S2 pada 10 Januari–25 Februari 2026 dipastikan tidak benar atau hoax.

Kabar tersebut sempat beredar luas melalui media sosial dan aplikasi pesan singkat.

Dalam informasi yang beredar, disebutkan bahwa Kemenimipas membuka seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk berbagai jenjang pendidikan, lengkap dengan jadwal pendaftaran dan tautan tertentu.

Namun, pihak Kemenimipas secara tegas membantah informasi tersebut.

Baca Juga: 30 Menu Sahur dan Buka Puasa Sehat Selama Ramadan, Lengkap dengan Tips Agar Tetap Bertenaga

Hingga saat ini, tidak ada pengumuman resmi terkait pembukaan CPNS 2026 sebagaimana yang viral di masyarakat.

Pihak kementerian menegaskan bahwa seluruh informasi resmi mengenai rekrutmen CPNS hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah.

Masyarakat diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi sumbernya.

Fenomena hoax terkait CPNS bukan kali pertama terjadi.

Baca Juga: 30 Menu Sahur dan Buka Puasa Sehat Selama Ramadan, Lengkap dengan Tips Agar Tetap Bertenaga

Setiap menjelang tahun anggaran baru atau periode seleksi ASN, biasanya muncul informasi palsu yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk menjadi aparatur sipil negara.

Modus yang digunakan beragam.

Mulai dari mencantumkan jadwal pendaftaran yang terkesan detail, mencatut nama kementerian, hingga menyertakan tautan yang berpotensi mengarah pada penipuan atau pencurian data pribadi.

Kemenimipas mengingatkan masyarakat agar selalu mengecek informasi melalui situs resmi pemerintah atau akun media sosial resmi kementerian.

Setiap pengumuman CPNS yang sah pasti disampaikan secara terbuka dan terintegrasi melalui portal resmi pemerintah.

Seleksi CPNS sendiri merupakan kebijakan nasional yang terkoordinasi secara terpusat.

Karena itu, tidak mungkin sebuah kementerian membuka pendaftaran tanpa pengumuman resmi yang dapat diakses publik secara luas.

Baca Juga: Revisi Tata Ruang Dipercepat, LP2B Diproteksi Total Demi Swasembada Pangan 2029

Masyarakat juga diminta tidak membagikan ulang informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Penyebaran hoax dapat menimbulkan keresahan, bahkan membuka peluang tindak penipuan yang merugikan banyak pihak.

Bagi lulusan SMA, SMK, D3, S1 maupun S2 yang berminat mengikuti seleksi CPNS, penting untuk memahami bahwa proses rekrutmen selalu melalui tahapan resmi, transparan, dan berbasis sistem nasional.

Tidak ada jalur khusus atau pendaftaran tertutup yang dilakukan secara diam-diam.

Baca Juga: Sepatu Robek dan Kaos Kaki Bolong, Begini Pilunya Bocah SD Viral di Manggarai Tapi Harus Tetap Sekolah

Kemenimipas menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas proses rekrutmen aparatur negara.

Setiap informasi yang berkaitan dengan formasi, jadwal, dan persyaratan akan diumumkan melalui mekanisme resmi apabila memang telah ditetapkan.

Di tengah maraknya informasi digital, literasi masyarakat menjadi kunci utama.

Membedakan informasi resmi dan hoax membutuhkan kehati-hatian serta kebiasaan memeriksa sumber.

Apabila menemukan informasi mencurigakan terkait CPNS atau rekrutmen ASN, masyarakat disarankan untuk segera melakukan klarifikasi melalui kanal resmi kementerian terkait.

Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran informasi palsu yang lebih luas.

Isu CPNS memang selalu menjadi perhatian publik karena menyangkut peluang kerja yang sangat diminati.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan agar tidak terjebak pada kabar bohong yang memanfaatkan situasi.

Dengan adanya bantahan resmi dari Kemenimipas, masyarakat diharapkan tidak lagi mempercayai informasi pendaftaran CPNS 2026 yang disebut berlangsung pada 10 Januari hingga 25 Februari 2026.

Baca Juga: Kelab Malam Hotel Bintang Empat Boleh Buka Selama Ramadhan di Jakarta, Patuhi Ketentuannya

Hingga ada pengumuman resmi dari pemerintah, informasi tersebut dinyatakan tidak benar.***