POJOKSATU.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat strategi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Indonesia.
Selain mengandalkan bantuan finansial melalui Program Indonesia Pintar (PIP), pemerintah kini menitikberatkan pada jalur Pendidikan Nonformal melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk memberikan jalan alternatif bagi anak-anak yang tidak menempuh jalur formal agar tetap memiliki daya saing.
Program PKK dan PKW dirancang khusus dengan orientasi pada peningkatan keterampilan teknis, kemandirian, kesiapan kerja, serta pemberian bekal kewirausahaan yang matang.
Baca Juga: Daya Group dan DAM Kirim Bantuan serta Gelar Servis Gratis untuk Korban Longsor Cisarua
Capaian Signifikan dan Dampak Nyata
Data menunjukkan bahwa program ini menjadi magnet bagi generasi muda untuk kembali produktif.
Pada periode 2022-2025, tercatat sebanyak 233.889 peserta didik telah mengikuti program PKK dan PKW di seluruh Indonesia.
Khusus pada tahun 2025, total peserta mencapai 22.791 orang, dengan rincian:
Program PKK: 13.637 peserta.
Program PKW: 9.154 peserta.
Baca Juga: Ini Makna dan Filosofi Warna Merah yang Selalu Jadi Andalan Saat Imlek
Keberhasilan program ini bukan sekadar angka partisipasi.
Berdasarkan evaluasi, sebanyak 78,64% lulusan telah terserap di dunia kerja atau berhasil merintis usaha mandiri hanya dalam kurun waktu satu tahun setelah menyelesaikan pelatihan.
Hal ini membuktikan bahwa kurikulum nonformal yang diterapkan sangat relevan dengan kebutuhan industri dan pasar saat ini.
Target Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus melanjutkan tren positif ini.
Pemerintah telah menetapkan sasaran baru bagi anak-anak yang ingin mendapatkan keahlian praktis. Target peserta untuk tahun 2026 ditetapkan sebanyak:
12.780 orang untuk program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK).
8.730 orang untuk program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).
Baca Juga: Harmoni Imlek Nusantara 2026: Saat Keberagaman Dirayakan, Persatuan Dikuatkan
"Program ini bukan hanya soal memberi keterampilan teknis, tapi memberikan harapan baru bagi anak-anak kita untuk mandiri dan berdaya secara ekonomi," ujar perwakilan Kemendikdasmen dalam keterangannya.
Melalui sinergi antara bantuan PIP dan penguatan pendidikan nonformal ini, pemerintah optimis angka Anak Tidak Sekolah dapat ditekan secara signifikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja di masa depan.***




