POJOKSATU.id - Masalah jam mengajar terkunci kembali menjadi sorotan di kalangan guru setelah sejumlah pendidik mendapati Jam Tatap Muka (JJM) mereka tidak terbaca di Info GTK.

Kondisi ini kerap terjadi karena jam mengajar tersebut sudah lebih dahulu tercatat dan terkunci oleh guru lain yang Surat Keputusan Tunjangan Profesi Guru (SKTP)-nya telah terbit.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi guru yang tengah menunggu validasi data sebagai syarat pencairan TPG.

Menanggapi keluhan yang ramai disampaikan, Admin Pusat Info GTK Kemendikdasmen memastikan bahwa kendala ini telah teridentifikasi dan sedang ditangani melalui mekanisme sistem.

Baca Juga: PPPK Guru Sekolah Garuda 2026 Mulai Diburu, Cek Jumlah Pendaftar dan Skema Gajinya

Admin pusat yang dikenal dengan sebutan Mimin DBL menyampaikan bahwa pihaknya telah menemukan akar persoalan jam mengajar yang terkunci akibat tumpang tindih data antar guru dalam satu rombongan belajar.

Kabar baiknya, sistem Info GTK disiapkan untuk membuka kuncian jam mengajar tersebut secara otomatis, tanpa perlu pengajuan manual, selama ketentuan teknisnya terpenuhi.

Pembukaan kunci otomatis akan dilakukan pada proses penarikan data berikutnya.

Namun, ada sejumlah kondisi yang harus dipastikan oleh sekolah dan guru agar sistem dapat bekerja dengan normal.

Struktur rombongan belajar tidak boleh mengalami perubahan, sementara jam mengajar yang sebelumnya tercatat pada guru pemilik SKTP harus sudah disesuaikan atau dihapus dari rombel yang bersangkutan.

Baca Juga: Harta Kekayaan Wamenkeu Baru Juda Agung Capai Rp 56 Miliar, Punya Koleksi 3 Mobil Mewah

Di sisi lain, jam mengajar guru yang terdampak kuncian wajib sudah dientri dengan benar ke dalam rombel tersebut.

Selain itu, guru yang semula “mengunci” jam mengajar juga tetap harus memenuhi ketentuan minimal 24 jam mengajar linier meskipun terjadi pengurangan jam.

Jika syarat ini terpenuhi, sistem akan membuka kunci jam secara otomatis sehingga guru lain dapat kembali memenuhi beban mengajarnya.

Admin Pusat Info GTK mengimbau seluruh guru dan operator sekolah segera melakukan pengecekan data di Dapodik.

Baca Juga: Riset Tempe Kedelai Hitam Antar Mahasiswa Unpad Raih Doktor Cum Laude, Ungkap Potensi Anti-Aging

Sinkronisasi perlu dilakukan setelah perbaikan data agar perubahan dapat terbaca pada Info GTK dan berpengaruh pada status SKTP.

Tak hanya soal jam mengajar, pusat juga memberikan pembaruan terkait kendala lain yang kerap muncul, yakni jumlah siswa yang terbaca nol pada Info GTK.

Masalah ini disebut masih terjadi di sejumlah satuan pendidikan akibat keterlambatan atau ketidaksinkronan data.

Baca Juga: SKF Musnahkan Puluhah Ribu Bearing Palsu, Harganya Capai Rp9,5 Miliar

Guru diminta untuk kembali meninjau data peserta didik dan rombongan belajar di Dapodik masing-masing.

Diharapkan pada penarikan data terakhir, jumlah siswa yang sebelumnya tidak terbaca dapat muncul secara normal di sistem Info GTK.

***