POJOKSATU.ID - Guru, tenaga kependidikan, dan operator sekolah di seluruh Indonesia diminta waspada terhadap link palsu atau phising yang mengatasnamakan pemutakhiran data Dapodik.

Modus yang beredar menggunakan tautan pendek seperti bit.ly dan tinyurl, yang dipastikan sebagai hoaks dan berpotensi membahayakan data pribadi pengguna.

Belakangan ini, sejumlah pesan berantai beredar melalui WhatsApp, Telegram, hingga email yang mengklaim sebagai pemberitahuan resmi pemutakhiran data Dapodik.

Pesan tersebut biasanya disertai imbauan agar penerima segera mengklik tautan tertentu dengan alasan tenggat waktu atau ancaman pemblokiran data.

Baca Juga: Belum Cair Insentif dan BSU 2025? Guru Diberi Waktu Aktivasi Hingga Juni 2026

Padahal, pemutakhiran data Dapodik tidak pernah dilakukan melalui link pendek.

Seluruh proses resmi hanya dapat diakses melalui portal dan aplikasi yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Tautan berformat bit.ly atau tinyurl merupakan indikasi kuat upaya phising.

Phising merupakan kejahatan siber yang bertujuan mencuri data sensitif, seperti username, kata sandi, hingga akses ke sistem internal sekolah.

Baca Juga: Jangan Sampai Lupa! Akun Pendaftaran SNPMB 2026 Wajib Disimpan Permanen oleh Peserta SNBP

Jika operator sekolah atau guru tanpa sadar memasukkan data akun Dapodik ke dalam link palsu, pelaku dapat mengambil alih akun dan menyalahgunakannya.

Dampak dari phising Dapodik tidak bisa dianggap sepele.

Selain berisiko kebocoran data pribadi pendidik dan peserta didik, serangan ini juga dapat mengganggu validitas data pendidikan nasional.

Kesalahan atau manipulasi data berpotensi berdampak pada penyaluran bantuan pendidikan, tunjangan, hingga kebijakan berbasis data lainnya.

Ciri-ciri link phising Dapodik umumnya mudah dikenali.

Selain menggunakan tautan pendek, pesan biasanya bersifat mendesak, menggunakan bahasa tidak resmi, serta tidak mencantumkan domain resmi pemerintah.

Bahkan, beberapa pesan mencatut logo atau nama instansi untuk meyakinkan korban.

Baca Juga: Info Terbaru Carry Over TPG TW 3 dan TW 4, Ini Skema Pembayarannya

Kemendikbudristek menegaskan bahwa informasi resmi Dapodik hanya disampaikan melalui situs dan kanal komunikasi resmi.

Guru dan operator sekolah diminta untuk tidak mudah percaya pada pesan berantai, apalagi yang meminta data login atau verifikasi akun melalui tautan tertentu.

Langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain memastikan selalu mengakses Dapodik melalui alamat resmi, tidak membagikan data akun kepada siapa pun, serta mengonfirmasi informasi mencurigakan kepada dinas pendidikan setempat.

Jika terlanjur mengklik link mencurigakan, segera ubah kata sandi dan laporkan kejadian tersebut.

Baca Juga: Pengamanan Kebun Binatang Bandung Kondusif, 711 Satwa Terpantau Terawat

Pihak sekolah juga diimbau untuk meningkatkan literasi keamanan digital bagi tenaga pendidik dan operator.

Edukasi mengenai bahaya phising menjadi penting agar seluruh ekosistem pendidikan terlindungi dari kejahatan siber yang semakin canggih.

Di era digital, kewaspadaan menjadi kunci utama.

Jangan sampai kelalaian mengklik link palsu justru merugikan sekolah dan peserta didik.

Pastikan setiap informasi terkait pemutakhiran data Dapodik berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.***