POJOKSATU.id - Awal tahun 2026 menjadi momen mengejutkan bagi sebagian guru.

Tidak sedikit yang melaporkan menerima dana hingga belasan juta rupiah dalam satu atau dua kali transfer.

Kondisi ini pun memicu pertanyaan di kalangan guru lainnya: dari mana asal dana sebesar itu dan apakah semua guru akan mengalaminya?

Baca Juga: Tak Sekadar Pinjaman, Inilah Cara PNM Mengubah Nasib Warga Miskin Jadi Lebih Berdaya

Faktanya, nominal besar tersebut bukan tunjangan baru, melainkan akumulasi pembayaran yang tertunda dari beberapa komponen penghasilan sebelumnya.

Sisa TPG Tahun 2025

Salah satu penyumbang utama nominal besar adalah TPG tahun 2025 yang belum sempat dicairkan, khususnya dari triwulan ketiga dan keempat.

Di sejumlah daerah, pencairan TPG ini baru bisa dilakukan setelah proses administrasi selesai di akhir tahun atau awal 2026, sehingga dibayarkan sekaligus.

TPG Januari 2026

Selain sisa TPG 2025, guru juga berpotensi menerima TPG Januari 2026.

Baca Juga: Rekam Jejak Gus Ipul Bikin Publik Kaget! Dari Keponakan Gus Dur hingga Menteri Sosial Dua Era Presiden

Untuk guru yang SKTP-nya terbit di akhir Januari, pencairan TPG Januari biasanya masuk di awal Februari.

Ketika dana ini masuk berdekatan dengan sisa TPG lama, nominal yang diterima tampak sangat besar.

Peran Triwulan yang Belum Cair

Pada 2025, sistem TPG masih menggunakan skema triwulan.

Baca Juga: Rekam Jejak Gus Ipul Bikin Publik Kaget! Dari Keponakan Gus Dur hingga Menteri Sosial Dua Era Presiden

Ketika ada triwulan yang tertunda dan baru dicairkan sekaligus, maka akumulasinya bisa mencapai nilai yang signifikan, apalagi jika ditambah dengan TPG bulan berjalan di sistem baru 2026.

Mengapa Nominal Terlihat “Besar”

Nominal besar ini sering disalahartikan sebagai “bonus” atau tunjangan tambahan.

Padahal, itu adalah hak guru yang dikumpulkan dalam satu waktu, bukan pembayaran ekstra.

Baca Juga: Rekam Jejak Gus Ipul Bikin Publik Kaget! Dari Keponakan Gus Dur hingga Menteri Sosial Dua Era Presiden

Perubahan sistem dari triwulan ke bulanan juga membuat waktu pencairan terlihat lebih padat di awal tahun.

Tidak Semua Guru Mengalami Hal yang Sama

Perlu dipahami, tidak semua guru menerima dana besar di awal 2026.

Hal ini bergantung pada apakah masih ada TPG 2025 yang tertunda, kapan SKTP terbit, serta kebijakan dan kesiapan masing-masing pemerintah daerah.

Baca Juga: Sindiran Halus Purbaya ke Bank Sentral: Rupiah Harusnya Lebih Kuat dari Sekarang Bisa ke Rp15 Ribu per Dolar AS

“Yang diterima besar itu bukan karena ada tunjangan baru, tapi karena akumulasi. Ada TPG lama, ada Januari, bahkan ada yang enam bulan langsung cair,” dikutip PojokSatu.id dari channel YouTube Al Kholif, Rabu (04/02/2026).

Edukasi Membaca Konteks Pembayaran

Guru diimbau untuk membaca konteks pembayaran secara utuh, tidak hanya melihat nominal akhir.

Dengan memahami asal-usul dana, guru bisa lebih tenang, tidak salah persepsi, dan tidak terjebak perbandingan yang justru memicu kebingungan di komunitas guru.***