POJOKSATU.id - Universitas Djuanda (UNIDA) terus menunjukkan keseriusannya melangkah menuju World Class University (WCU).
Salah satu langkah strategis itu diwujudkan melalui Workshop Pemeringkatan Persiapan Akreditasi Internasional QS World University Rankings 2026: Top Global Universities yang digelar pada Sabtu (31/01/2026) di ruang ATJ UNIDA.
Workshop ini diikuti oleh para Dekan, Direktur Sekolah Pascasarjana, Ketua Program Studi, hingga Sekretaris Program Studi di lingkungan UNIDA.
Baca Juga: Benarkah Ini Solusi Swasembada Pangan, Bulog Lepas dari Status BUMN?
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber sekaligus pendamping teknis, Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng, yang memberikan arahan teknis terkait pengisian dan pemutakhiran data pemeringkatan internasional.
QS World University Rankings sendiri merupakan pemeringkatan perguruan tinggi kelas dunia yang diikuti lebih dari 1.500 institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara.
Pemeringkatan ini menjadi salah satu tolok ukur utama pengakuan internasional terhadap kualitas akademik, riset, reputasi lulusan, hingga daya saing global sebuah perguruan tinggi.
Baca Juga: Pendaftaran PPPK Guru Sekolah Garuda Dibuka, Berapa Gaji yang Akan Diterima?
Dalam sambutannya, Rektor UNIDA, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I, mengungkapkan bahwa UNIDA telah memulai langkah awal dengan melakukan submission pemeringkatan dunia sehari sebelum workshop digelar.
“Workshop ini menjadi tindak lanjut untuk melengkapi dan menyempurnakan borang agar terisi secara optimal. Ini adalah awal UNIDA memasuki kelas internasional, termasuk membuka peluang menghadirkan mahasiswa kelas internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum YPSPIAI, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd, menegaskan bahwa keikutsertaan UNIDA dalam QS World University Rankings merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda.
“UNIDA harus menjadi bagian dari World Class University. Tahun 2026 kita harus mulai menjalankan program internasional untuk meraih akreditasi internasional. Jika tidak mendaftar sekarang, kita harus menunggu satu tahun lagi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan jumlah mahasiswa asing hingga minimal 10 persen, penguatan jejaring internasional dengan perguruan tinggi luar negeri, pembangunan teknologi kampus, serta penguatan budaya akademik.
“Pemeringkatan WCU bukan hanya soal akademik, tetapi juga kultur dan indikator kinerja kampus unggul. Kita harus punya keyakinan untuk sukses dan melanjutkan upaya strategis ini, tidak berhenti hanya pada pengisian borang,” tambahnya.
Baca Juga: INFO KOMCAD! 4.000 ASN Jakarta Akan Menjalani Pelatihan Dasar Militer Komponen Cadangan
Arahan senada disampaikan Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H, yang menilai keberhasilan UNIDA dalam pemeringkatan internasional akan membuka peluang besar untuk menarik minat mahasiswa dari luar negeri.
Workshop ini dipandu langsung oleh Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto yang menjelaskan tahapan akhir penginputan data akreditasi internasional.
Menurutnya, UNIDA memiliki potensi besar untuk bergerak lebih cepat dalam peta pemeringkatan global.
“Dengan kondisi student body yang baik, rasio publikasi, dan rasio dosen yang relatif sudah baik, insyaAllah UNIDA bisa berkembang lebih cepat. Setiap program studi diharapkan aktif mengisi dan memperbarui data secara berkelanjutan,” jelasnya. ***




