POJOKSATU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang, Sumatera Utara, pada akhir Januari 2026.

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau implementasi program sekolah berasrama yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, yang dirancang sebagai ruang belajar inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kehadiran Menteri Sosial disambut dengan antusiasme tinggi melalui yel-yel dari para siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul sempat berinteraksi langsung dengan pemimpin barisan siswa guna memberikan motivasi dan dukungan moril.

Baca Juga: Beasiswa LPDP 2026 Didominasi STEM hingga 80 Persen, Sosial Humaniora Tinggal 20 Persen

Hal ini mencerminkan kedekatan pemerintah dengan generasi muda yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Poin utama yang ditekankan dalam kunjungan ini adalah konsep pendidikan inklusif.

Di SRMP 1 Deli Serdang, siswa dengan disabilitas mendapatkan hak pendidikan yang setara tanpa adanya diskriminasi.

Mereka belajar di ruang yang sama dan menerima materi pembelajaran bersama rekan-rekan lainnya, tanpa adanya sekat pemisah berdasarkan kondisi fisik maupun mental.

Baca Juga: Cara Mudah Cek NISN PIP 2026 Lewat Sipintar, Orang Tua Wajib Tahu agar Bantuan Tidak Hangus

Salah satu fokus perhatian adalah keberadaan siswa penyandang down syndrome.

Gus Ipul meyakini bahwa setiap anak, terlepas dari tantangan perkembangan yang dihadapi, memiliki keunggulan dan bakat istimewa yang terpendam.

Ia mendorong para tenaga pendidik untuk lebih jeli dalam mengidentifikasi dan mengasah kehebatan spesifik yang dimiliki oleh setiap siswa disabilitas.

Dukungan terhadap sistem ini juga datang dari Komisi Nasional Disabilitas (KND).

Konsep kurikulum Multi Entry Multi Exit yang diterapkan di Sekolah Rakyat dinilai sangat ideal.

Filosofi ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan diri sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

Sehingga sekolah benar-benar menjadi wadah pengembangan potensi personal, bukan sekadar pemenuhan standar akademik formal.

Selain aspek inklusivitas disabilitas, Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi terhadap praktik toleransi beragama yang tercermin dalam kreativitas siswa.

Baca Juga: Sahabat Properti Kembali Suguhkan Hunian Mewah Harga Ramah, Unit Terbatas!

Keberagaman latar belakang agama yang menyatu dalam penampilan seni menjadi bukti nyata pendidikan karakter yang harmonis di sekolah tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat dari Kementerian Sosial, perwakilan DPR RI, serta pemerintah daerah setempat.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini mempertegas komitmen kolektif untuk memastikan Sekolah Rakyat menjadi garda terdepan dalam mencetak warga bangsa yang rukun dan kompeten.

Acara ditutup dengan pameran bakat siswa yang menampilkan keragaman keterampilan, mulai dari seni tari hingga kemampuan literasi dalam bahasa asing.***