POJOKSATU.id - Gagasan pendirian Universitas Warmadewa berawal dari usulan pendirian Universitas Korpri yang disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah Korpri Bali di Kertasabha Denpasar, 12 November 1983.

Saat itu, Ketua Unit Korpri Universitas Udayana Drs. Putu Kuna Winaya mengusulkan lahirnya perguruan tinggi dengan prinsip dasar “biaya pendidikan terjangkau dan mutu terjamin”, sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang belum terakomodasi di perguruan tinggi negeri.

Setelah memperoleh izin dari Korpri Pusat, Ketua Pengurus Korpri Bali Drs. Sembah Subhakti bersama Ketua Korpri Unit Universitas Udayana Drs. Putu Kuna Winaya sepakat membentuk Universitas Korpri.

Baca Juga: TPG Januari 2026 Sudah Cair! Tapi Kenapa Potongannya Terasa Lebih Besar? Ini Penjelasan Hitungan dan Faktor yang Jarang Disadari Guru

Pada Juni 1984, penyusunan proposal pendirian dilakukan dengan melibatkan unsur Korpri Universitas Udayana dan Korpri Pemerintah Daerah, sekaligus menetapkan Badan Pendiri yang terdiri atas Drs. Sembah Subhakti, Drs. Putu Kuna Winaya, I Ketut Widjana, SH, dan I Wayan Waya, SH.

Tanggal 17 Juli 1984 menjadi tonggak penting ketika Universitas Warmadewa resmi didirikan. Susunan kepengurusan yayasan kemudian ditetapkan dalam Rapat Korpri Bali pada 30 Juli 1984.

Nama Universitas Warmadewa sendiri diberikan oleh Gubernur Bali saat itu, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, sebagai penghormatan kepada Raja Bali dari Dinasti Warmadewa yang pernah mengantarkan masyarakat Bali pada masa kemakmuran dan kejayaan sebelum zaman Majapahit.

Baca Juga: Wamenkes Ungkap Indonesia Rugi Rp160 Triliun, Warga Lebih Pilih Berobat ke Negara Tetangga

Pada 15 Agustus 1984, Prof. dr. I Gusti Agung Gde Puthra ditetapkan sebagai Rektor pertama Universitas Warmadewa.

Perkuliahan perdana dilaksanakan di halaman Kampus Universitas Udayana pada 17 September 1984, yang hingga kini diperingati sebagai hari lahir Universitas Warmadewa.

Berdasarkan SK Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Nomor 05/Yas.Korp/VII/84, Universitas Warmadewa saat itu memiliki enam fakultas dan satu pendidikan non-gelar.

Baca Juga: APBD Menyusut, TPP ASN Pemprov Kalteng Dipotong 30 Persen Mulai 2026, Ini Penjelasannya

Perkembangannya semakin pesat ketika Kopertis Wilayah VIII memberikan persetujuan pembukaan unit-unit fakultas, jurusan, dan program studi, serta izin operasional bagi 18 program studi melalui surat Nomor 187/Kop.VIII/B/02/1985 tanggal 10 November 1985.

Sejak 25 November 1986, enam fakultas di Universitas Warmadewa memperoleh status terdaftar berdasarkan SK Mendikbud RI Nomor 0825/O/1986.

Status Diakui bagi seluruh fakultas, jurusan, dan program studi kemudian diberikan melalui sejumlah keputusan pada periode 1991 hingga 1992.

Baca Juga: Diaspora Indonesia Soroti Program GCI: Jangan Samakan Eks-WNI dengan WNA Biasa

Pengembangan institusi terus berlanjut, termasuk gagasan pendirian Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) yang dirintis pada era kepemimpinan Prof. dr. Ida Bagus Tjitarsa, MPH dan dilanjutkan pada masa Prof. Dr. I Made Sukarsa, SE, MS.

Proses tersebut membuahkan hasil dengan pembentukan tim pembukaan PSPD Unwar serta keluarnya pertimbangan Dikti pada akhir 2008. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan resmi menjadi bagian Universitas Warmadewa melalui SK Yayasan Nomor 40/Yas.Korps/II/2011.

Universitas Warmadewa juga memasuki jenjang pascasarjana dengan berdirinya Program Pascasarjana (PPs-Unwar) berdasarkan SK Rektor Nomor 630/Unwar/KP-02/2012.

Baca Juga: Kenapa Tidak Semua Guru Dapat TPG Januari 2026? Ini Penjelasan Resmi yang Jarang Dibahas

Program Studi Magister Manajemen menjadi program S-2 pertama, disusul hingga kini dengan tujuh program magister dan satu program doktor.

Pada tahun 2017, Unwar mulai mengembangkan Program Vokasi sebagai upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja.

Izin prodi pertama vokasi diperoleh tahun 2019 untuk Diploma-4 Akuntansi Perpajakan, disusul Program Studi Diploma-3 Sistem Informasi Akuntansi dan Diploma-3 Teknologi Telekomunikasi.

Baca Juga: SKTP Telat Terbit, TPG Mundur Bulan Depan? Ini Simulasi Cair yang Perlu Guru Pahami

Tahun 2023, Universitas Warmadewa menambah Program Studi Profesi Insinyur dan Sarjana Teknik Komputer.

Pada 2024, dibuka Program Studi Magister Akuntansi, dan pada 2025 kembali dibuka Program Studi Magister Ilmu Biomedis.

Hingga kini, Universitas Warmadewa memiliki 28 program studi yang telah berizin operasional serta terakreditasi BAN-PT/LAM.

Perubahan penting juga terjadi pada 2025, ketika Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali berganti nama menjadi Yayasan Shri Ksari Warmadewa berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum Nomor AHU-0001817.AH.01.05.Tahun 2025, yang kemudian menjadi badan penyelenggara Universitas Warmadewa.

Baca Juga: SKTP Telat Terbit, TPG Mundur Bulan Depan? Ini Simulasi Cair yang Perlu Guru Pahami

Dalam perjalanannya, Universitas Warmadewa telah dipimpin oleh sejumlah rektor dengan berbagai periode kepemimpinan sejak 1984 hingga 2023, yang masing-masing memberi warna dan kontribusi dalam membesarkan institusi ini.

Universitas Warmadewa mengusung visi “Bermutu, Berwawasan Ekowisata, dan Berdaya Saing Global Tahun 2034”.

Visi tersebut dijabarkan melalui misi melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi bermutu, mewujudkan good university governance, serta mengembangkan dan menguatkan kelembagaan.

Sejumlah tujuan strategis pun ditetapkan, mulai dari penguatan kurikulum berstandar internasional, peningkatan kepuasan mahasiswa, penguatan peta jalan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga pencapaian akreditasi menuju peringkat internasional dan sertifikasi AUN.

Baca Juga: Awal 2026, UNS Kukuhkan 9 Guru Besar dari Beragam Disiplin Ilmu

Dari gagasan sederhana Universitas Korpri hingga menjelma menjadi Universitas Warmadewa yang kokoh dan visioner. ***