POJOKSATU.ID - Kehadiran Kecerdasan Artifisial (AI) telah membawa perubahan fundamental dalam peradaban modern.

Teknologi ini tidak lagi sekadar inovasi teknis, melainkan instrumen yang memengaruhi berbagai sendi kehidupan, termasuk sektor riset, lapangan kerja, hingga metode manusia dalam menyerap serta mengolah ilmu pengetahuan.

Menanggapi fenomena global ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen untuk mendorong transformasi pendidikan yang lebih adaptif.

Langkah ini diambil guna memastikan kualitas sumber daya manusia Indonesia tetap relevan dan kompetitif di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Baca Juga: Said Tegaskan Tenaga SPPG yang Diangkat Jadi PPPK Bakal Digaji oleh Pemerintah Pusat, Peran Daerah Hanya Mengawasi

Fokus utama kementerian adalah mengintegrasikan AI ke dalam sistem pembelajaran agar proses peningkatan mutu pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sebuah forum edukasi di Universitas Negeri Yogyakarta baru-baru ini, ditekankan bahwa penguasaan teknologi saja tidaklah cukup.

Aspek yang jauh lebih krusial adalah kepemilikan kompetensi digital yang dibarengi dengan keadaban digital atau digital civility.

Tanpa landasan etika yang kuat, pemanfaatan kecerdasan artifisial dikhawatirkan dapat memicu masalah sosial baru.

Baca Juga: Rekomendasi Aplikasi Kasir UMKM yang Praktis untuk Warung hingga Kedai Kopi

Oleh karena itu, penggunaan AI harus dipandu oleh nilai-nilai moral agar memberikan manfaat positif bagi komunitas.

Meskipun terdapat kekhawatiran mengenai potensi AI dalam menggantikan peran manusia di dunia kerja, berbagai kajian global menunjukkan sisi optimistis.

Teknologi ini memang diprediksi akan mengubah lanskap pekerjaan, namun di saat yang sama, AI juga menciptakan peluang-peluang baru yang sebelumnya tidak tersedia.

Dampak negatif dari perkembangan ini kemungkinan besar akan dirasakan oleh individu yang tidak memiliki literasi teknologi.

Sebaliknya, mereka yang mampu menguasai dan memanfaatkan AI akan memiliki daya tawar serta produktivitas yang lebih tinggi.

Dalam konteks inilah dunia pendidikan memegang peranan strategis untuk membekali generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain kunci dalam ekosistem digital masa depan.***

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel WhatsApp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala