POJOKSATU.id -- Seluruh murid jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), termasuk murid berkebutuhan khusus, diperbolehkan mendaftar Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.

Ketentuan ini ditegaskan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Muhammad Yusro, menyebut syarat utama pendaftaran TKA adalah murid berada di kelas akhir, yakni kelas 6 SD dan kelas 9 SMP, serta memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid.

Tak hanya murid reguler, peserta didik berkebutuhan khusus juga diberi kesempatan mengikuti TKA, selama tidak memiliki hambatan intelektual.

Baca Juga: Golden Ticket Unair Dibuka Februari 2026, Jalur Istimewa bagi Siswa Berprestasi dan Konsisten Sejak Dini

"Kita memberikan kesempatan kepada murid yang berkebutuhan khusus untuk dapat mengikuti TKA selama tidak memiliki hambatan intelektual," tutur Yusro dalam acara Silaturahmi Kemendikdasmen dengan Forum Wartawan Pendidikan di Kabupaten Bogor, Jumat (23/1/2026).

Fasilitas Khusus

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen BSKAP Kemendikdasmen, Handaru Catu Bagus, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi murid berkebutuhan khusus.

Penyesuaian dilakukan sesuai dengan jenis ketunaan yang dimiliki peserta.

"Untuk fasilitasi, ya kita untuk anak-anak berkebutuhan khusus, khususnya yang netra dan beberapa ketunaan lainnya, soalnya kita bedakan," jelas Handaru.

Baca Juga: Musik Eksperimental, Aliran Aneh yang Diam-diam Mengubah Industri Musik

Bagi murid tunanetra, Kemendikdasmen menyiapkan teknologi screen reader atau pembaca layar yang terintegrasi langsung dalam aplikasi soal.

Soal yang diberikan juga disesuaikan, tanpa gambar dan dengan teks terbatas agar mudah diakses.

"Terutama yang netra kita siapkan untuk soal yang tipenya tidak ada gambar dan mungkin teksnya juga terbatas dan lain sebagainya, dan bisa menggunakan yang namanya screen reader," ujarnya.

Dengan teknologi tersebut, murid berkebutuhan khusus tidak perlu didampingi selama ujian berlangsung.

Screen reader akan membacakan soal, sehingga peserta dapat mengerjakan secara mandiri dan lebih fokus.

"Jadi screen reader itu nanti yang akan membacakan, sehingga anak-anak atau murid yang tuna netra ini bisa langsung mengerjakan sendiri tanpa ada bantuan dari yang lain," kata Handaru.

Antisipasi Kecurangan


Selain menyiapkan fasilitas khusus, Kemendikdasmen juga melakukan mitigasi untuk mencegah kecurangan dalam pelaksanaan TKA SD dan SMP 2026.

Upaya ini dilakukan agar kejadian serupa pada pelaksanaan TKA jenjang SMA/SMK, seperti kebocoran soal di media sosial, tidak terulang.

Untuk itu, Kemendikdasmen menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) guna melakukan pemantauan dan pengamanan.

"Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kecurangan kembali yang memang lebih banyak dilakukan di media sosial, kami sudah juga melakukan koordinasi dan rapat dengan Komdigi," beber Yusro.

Koordinasi tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyusunan petunjuk teknis pengaturan dan pengamanan TKA agar pelaksanaannya berjalan optimal.

"Dengan Komdigi sudah kita lakukan juga koordinasi dan kita akan melakukan ke arah yang lebih teknis kembali bagaimana kemudian mengatur dan juga mengamankan agar Tes Kemampuan Akademik ini bisa berjalan dengan optimal," sambungnya.

Jadwal TKA SD SMP

 

Pendaftaran TKA SD dan SMP: 19 Januari–28 Februari 2026

Simulasi TKA SMP: 23 Februari–1 Maret 2026

Simulasi TKA SD: 2–8 Maret 2026

Gladi bersih TKA SD dan SMP: 9–17 Maret 2026

Pelaksanaan TKA SMP: 6–16 April 2026

Pelaksanaan TKA SD: 20–30 April 2026

Dengan kebijakan yang lebih inklusif dan dukungan teknologi yang disiapkan, TKA SD dan SMP 2026 diharapkan memberi kesempatan yang adil bagi seluruh murid. ***