POJOKSATU.id - Program S2 Double Degree Split-Site Master’s Program Cohort 10 Tahun 2026 resmi dibuka oleh Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Australia Awards in Indonesia.

Program ini dilaksanakan melalui dua perguruan tinggi mitra yaitu Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya dan Master in Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) di University of Canberra, Australia.

Untuk pendaftarannya dimulai pada tanggal 25 Januari sampai 15 Februari 2026. Sedangkan pengumuman hasil seleksi dilaksanakan pada tanggal 18 Februaru 2026.

Bagi pendaftar yang lolos seleksi administrasi akan dilanjutkan dengan test akademik/skolastik pada tanggal 20 Februari.

Baca Juga: Manipulasi Data Bisa Terdeteksi Sistem, Ini Contoh Anomali yang Membuat TPG Guru Terancam

Dilanjutkan dengan pengumuman hasil test akademik/skolastik yaitu pada tanggal 21 Februari, dan dilanjut dengan seleksi wawancara pada tanggal 23-25 Februari.

Jika anda lolos di tahap tersebut, selanjutnya yaitu ada selksi substansi JST interview yang berlangsung secara offline.

Sebelum mengikuti rangkaian jadwalnya, pendaftar harus memenuhi persyaratan terlebih dahulu. Untuk persyaratannya, yaitu:

1. Tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan pegawai pada satuan kerja di lingkungan.

Kementerian Agama dan alumni perguruan tinggi keagamaan dan/atau alumni PBSB Kementerian Agama.

2. Memiliki kemampuan bahasa Inggris dengan skor minimal IELTS 6.0 dan/atau TOEFL ITP 500 yang masih berlaku (sekurang-kurangnya hingga Juni 2026).

3.IPK S-1/D-4 minimal 3.00 (dengan skala 4).

Baca Juga: Pendaftaran Program S1 dan D4 Guru PAUD PNF Diperpanjang hingga 31 Januari 2026

4. Lulusan S-1 atau D-4 dari seluruh program studi.

5. Usia pelamar maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026.

6. Memiliki Ijazah terakhir Sarjana (S-1)/Diploma IV (D-4) dan belum pernah atau sedang mengambil jenjang Magister (S-2).

7. Memiliki surat keterangan sehat jasmani dari rumah sakit atau pusat layanan kesehatan. 8. Mendapat Surat Rekomendasi dari Instansi terkait dan atau Akademisi/Tokoh Masyarakat.

9.Menulis Personal Statement / Motivation Essay dalam bahasa Indonesia sebanyak 1.500-2.000 kata.

10. Menyusun rencana studi yang memuat alasan pemilihan program studi, topik yang akan ditulis dalam tesis atau bentuk lainnya, rencana studi (study plan) dari awal semester hingga selesai, serta aktivitas non-akademik (2-3 Halaman).

Baca Juga: Rencana Souza untuk Shayne Pattynama Bikin Suporter Persija Penasaran

11. Tidak sedang menerima pembiayaan pendidikan atau beasiswa dari sumber lainnya.

12. Tidak sedang atau akan mendaftar sebagai ASN (CPNS/PPPK) selama menjadi Calon Penerima atau Penerima Beasiswa.

13. Menyetujui Pernyataan Komitmen dan Integritas pada aplikasi pendaftaran

Equity Target Groups (Kelompok Sasaran Pemerataan)

Beasiswa Split Site Masters's Australia Awards Indonesia sangat terbuka bagi pelamar dalam Kategori Equity Target Groups. Kategori tersebut terdiri dari:

1.Kategori Perempuan Kelompok Rentan (seperti: Perempuan Kepala Rumah Tangga, Perempuan Masyarakat Adat, Perempuan dengan Disabilitas, dst).

2. Kategori Pelamar dari 15 Provinsi Sasaran Pemerataan-dibuktikan dengan KTP (Provinsi meliputi: NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Selatan, Papua Dataran Tinggi, Papua Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Lampung).

Baca Juga: Film Sinners Pecahkan Sejarah Oscar, Ryan Coogler Torehkan Rekor Baru dengan 16 Nominasi

3. Kategori Orang dengan Disabilitas.

Persyaratan Pelamar dalam kategori Equity Target Groups (Kelompok Sasaran Pemerataan)
Memenuhi Point 1-13 pada persyaratan, dengan IPK dan IELTS lebih rendah, yaitu

1. IPK S-1/D-4 minimal 2.75 (skala 4.00);

2. Memiliki nilai kemampuan Bahasa Inggris dengan skor minimal: IELTS 5.0 atau TOEFL ITP 450 yang masih berlaku (sekurang-kurangnya hingga Juni 2026).

Melalui Beasiswa S2 Double Degree 2026, Kementerian Agama tidak hanya membuka akses studi internasional, tetapi juga menghadirkan semangat pemerataan dan keadilan pendidikan.\

Program ini menjadi pintu harapan bagi lahirnya pendidik dan akademisi keagamaan yang unggul, inklusif, dan berdaya saing global. ***