POJOKSATU.id - Universitas Al-Ghifari lahir dari hasrat luhur para pengurus Yayasan Al-Ghifari untuk ikut serta mencerdaskan umat dengan berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadist.
Keyakinan tersebut diteguhkan oleh firman Allah SWT, “Allah meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu di antaramu” (QS. Al-Mujadilah: 11).
Ayat tersebut menjadi spirit utama berdirinya universitas ini sebagai jalan pembuka umat menuju derajat yang lebih tinggi.
Universitas Al-Ghifari merupakan hasil penggabungan dua perguruan tinggi, yakni Sekolah Tinggi Bahasa Asing Jawa Barat (STBA Jabar) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Ghifari (STIE Al-Ghifari).
Baca Juga: Peras Mantan Pacar Bakal Sebar Foto Gituan, Pria Asal Lampung Tengah Diciduk Polisi
Atas ridha dan izin Allah SWT, Universitas Al-Ghifari resmi berdiri pada 15 Agustus 2002 dan menjadi salah satu institusi pendidikan tinggi yang bernaung di bawah Yayasan Al-Ghifari.
Secara yuridis, Universitas Al-Ghifari berdiri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 180/D/O/2002 Tahun 2002.
Kampus pertama yang digunakan berlokasi di Jalan Ganesha Nomor 4, Kota Bandung, yang merupakan aset milik sendiri.
Keberadaan kampus ini menjadi titik awal pengembangan pendidikan tinggi berbasis Islam di tengah Kota Bandung.
Baca Juga: Jabodetabek Lumpuh Daging! Los Pedagang Kosong, Harga Sapi Meledak Jadi Biang Kerok Mogok Massal
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Yayasan Al-Ghifari tanggal 10 Oktober 2006 Nomor 5 yang dibuat oleh Notaris Titien Suwartini, S.H.
Universitas Al-Ghifari dirintis oleh tokoh-tokoh pendiri yakni H. Sali Iskandar, H. Gunawan Undang, H. Tom Maskun, H. Suhana, dan H. Cucu Ruhiatna Wijaya.
Rektor pertama Universitas Al-Ghifari adalah H. Cucu Ruhiatna Wijaya, yang memimpin pada masa awal pengembangan institusi.
Dalam perkembangannya, Universitas Al-Ghifari merupakan gabungan dari dua Perguruan Tinggi Swasta, yaitu STIE Esa Unggul dan STBA Al-Jawami, yang kemudian berkembang menjadi Fakultas Ekonomi dan Fakultas Sastra.
Baca Juga: Cha Eun Woo Diduga Menghindari Bayar Pajak, Agensi Bakal Bertanggung Jawab Penuh
Selain itu, Universitas Al-Ghifari juga menambah tiga fakultas lainnya, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Fakultas Teknologi Pertanian (FTEKPER).
Program studi yang dikembangkan mencakup Sastra Inggris S-1 pada Fakultas Sastra, Manajemen S-1 pada Fakultas Ekonomi, Administrasi Negara S-1 dan Hubungan Internasional S-1 pada FISIP.
Sementara itu, FMIPA menaungi program studi Farmasi S-1, Matematika S-1, dan Biologi S-1.
Pada Fakultas Teknologi Pertanian, tersedia program Teknologi Pangan S-1 dan Teknologi Industri Pertanian S-1.
Universitas Al-Ghifari menetapkan visi besar, yakni “Menjadi Universitas yang unggul bertaraf internasional berbasis nilai-nilai Islam dan budaya Sunda pada tahun 2045".
Baca Juga: Rudal Rapier Nangkring di Cimahi, Bukan Buat Perang tapi Pengingat Sejarah
Visi ini dijabarkan melalui misi peningkatan kualitas Tridharma Perguruan Tinggi, penguatan kolaborasi dan kemitraan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi menuju good university governance.
Dengan fondasi nilai keislaman yang kuat, sejarah perjuangan para pendiri, serta komitmen pada mutu pendidikan, Universitas Al-Ghifari terus melangkah menjadi ruang tumbuhnya generasi beriman, berilmu, dan berdaya saing.
Di tengah dinamika zaman, UNFARI hadir sebagai pengingat bahwa ilmu pengetahuan dan keimanan adalah dua jalan yang saling menguatkan dalam membangun masa depan umat. ***




