POJOKSATU.id - Universitas Advent Indonesia (UNAI) merupakan lembaga pendidikan tinggi yang dikelola oleh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Uni Indonesia Kawasan Barat.
Kampus ini memiliki enam fakultas dan 14 program studi, meliputi Filsafat, Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ekonomi, Keperawatan, Teknologi Informasi, serta Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ditambah dua program pascasarjana bidang Filsafat dan Manajemen.
Seluruh program tersebut telah memperoleh akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) serta Adventist Accrediting Association (AAA).
Sejarah UNAI bermula pada 29 November 1929 dengan berdirinya Opleiding School der Advent Zending di Cimindi, Bandung.
Balai latihan ini dipimpin oleh H. Eelsing dengan jumlah murid awal sebanyak 10 orang.
Lembaga ini menjadi pusat pelatihan guru agama dan tenaga pelayanan Gereja Advent, dibantu oleh tenaga pengajar seperti L. M. D. Hotman dan K. Mandias.
Perkembangan pesat terjadi pada tahun 1931 di bawah kepemimpinan L. M. D. Wortman.
Pada masa ini, pendidikan formal setara SMP mulai diselenggarakan dengan program diploma guru dan guru Alkitab.
Namun, situasi perang dunia membawa dampak besar. Pada tahun 1942, sekolah terpaksa ditutup dan pimpinan ditangkap hingga wafat pada 1944.
Baca Juga: Agar Laptop Tidak Cepat Panas, Ini Cara Sederhana yang Bisa Kamu Terapkan
Pasca-kemerdekaan, sekolah kembali dibuka pada 19 Agustus 1945 dengan program Junior College.
Tiga tahun kemudian, lembaga ini resmi bernama Indonesia Union Seminary (IUS) dan mulai menata kembali sarana pendidikan yang rusak akibat perang.
Program pendidikan tinggi mulai diselenggarakan secara bertahap sejak 1949, menandai babak baru perkembangan akademik.
Pada awal 1950-an, Indonesia Union Seminary melahirkan lulusan diploma pertama dan membuka Sekolah Perawat bekerja sama dengan Rumah Sakit Advent Bandung.
Pada masa kepemimpinan Benard A. Aaen, kampus dipindahkan ke Parongpong, Cisarua, Bandung Barat, dengan lahan seluas 22,9 hektare.
Baca Juga: Universitas Esa Unggul, Kampus Swasta Pelopor Rekam Medik dan Fisioterapi di Indonesia
Meski diawali dengan fasilitas sederhana, masa ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan UNAI.
Tahun 1960 menjadi tonggak penting ketika nama Indonesia Union Seminary berubah menjadi Perguruan Tinggi Advent.
Program Junior College ditingkatkan menjadi Bachelor of Arts (BA) untuk jurusan Kependetaan, Keguruan, dan Administrasi Bisnis.
Pada periode ini pula gedung administrasi tiga lantai berhasil diselesaikan.
Baca Juga: Tak Perlu Ribet, Begini Cara Mencatat Keuangan Harian UMKM Pemula
Seiring waktu, lembaga ini terus berkembang dengan pembukaan program Sarjana Muda, pembangunan asrama, fasilitas transportasi kampus, serta perubahan nama menjadi Institut Theologia dan Keguruan Advent pada 1970.
Pada tahun yang sama, Amos Simorangkir tercatat sebagai rektor berkebangsaan Indonesia pertama, menandai era kepemimpinan nasional di UNAI.
Transformasi besar terjadi pada awal 1980-an.
Nama institusi diubah menjadi Universitas Advent Bandung, sebelum akhirnya disahkan sebagai Universitas Advent Indonesia (UNAI) melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2 November 1982.
Baca Juga: Haji Halim Wafat di Usia 88 Tahun, Publik Geger Tokoh Sumsel Tumbang di Tengah Kasus Besar
Sejak saat itu, UNAI terus melakukan pembangunan fisik dan penguatan akademik, termasuk gedung administrasi kembar, aula alumni chapel, perpustakaan, dan fasilitas pembelajaran modern.
Memasuki era 2000-an, UNAI membuka program pascasarjana, memperkuat jejaring internasional, serta mengembangkan infrastruktur digital melalui UNAI Online dengan fasilitas internet 24 jam di seluruh lingkungan kampus.
Langkah ini menegaskan komitmen UNAI dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi modern.
Dengan perjalanan panjang hampir satu abad, Universitas Advent Indonesia berdiri sebagai simbol ketekunan, iman, dan dedikasi dalam dunia pendidikan.
Baca Juga: UBB Luncurkan Trashflow, Sampah Anorganik Desa Pagarawan Kini Bernilai Ekonomi
Dari balai latihan sederhana di Cimindi hingga kampus hijau di Parongpong, UNAI terus melangkah sebagai pusat pembentukan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing. ***




