POJOKSATU.ID - Penyakit katastropik seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker masih menjadi penyebab utama tingginya biaya kesehatan di Indonesia.
Penyakit-penyakit ini tidak hanya berdampak pada kualitas hidup pasien, tetapi juga menimbulkan beban ekonomi besar bagi keluarga dan sistem jaminan kesehatan nasional.
Namun, risiko penyakit katastropik sebenarnya dapat dicegah dan dideteksi sejak dini melalui skrining riwayat kesehatan yang tersedia di aplikasi JKN Mobile.
Aplikasi JKN Mobile merupakan layanan digital resmi dari BPJS Kesehatan yang dirancang untuk memudahkan peserta mengakses berbagai layanan kesehatan.
Baca Juga: Terungkap di Sidang Tipikor, Orang Setkab Disebut Ikut Sampaikan Keluhan Microsoft soal Chromebook
Salah satu fitur penting di dalamnya adalah skrining riwayat kesehatan, yang berfungsi untuk mengidentifikasi potensi risiko penyakit kronis dan katastropik sejak awal.
Skrining riwayat kesehatan dilakukan dengan mengisi sejumlah pertanyaan terkait kondisi kesehatan peserta, seperti riwayat penyakit, pola hidup, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, hingga riwayat penyakit dalam keluarga.
Dari data tersebut, sistem akan memberikan gambaran awal mengenai tingkat risiko seseorang terhadap penyakit tertentu.
Deteksi dini menjadi kunci utama dalam pencegahan penyakit katastropik.
Baca Juga: Muzakir Manaf Ternyata Menikah Lagi dengan Sosok Janda Vie Shantie Khan CEO Blackstone Malaysia
Penyakit jantung, gagal ginjal, dan kanker umumnya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Tanpa pemeriksaan rutin, penyakit baru terdeteksi ketika sudah memasuki tahap lanjut dan membutuhkan penanganan medis yang kompleks serta biaya besar.
Melalui skrining di JKN Mobile, peserta didorong untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sendiri.
Hasil skrining dapat menjadi dasar bagi peserta untuk segera melakukan pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan tingkat pertama jika ditemukan faktor risiko tertentu.
Dengan demikian, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
BPJS Kesehatan menegaskan bahwa skrining riwayat kesehatan ini bersifat preventif dan promotif.
Artinya, tujuan utamanya bukan untuk mendiagnosis penyakit, melainkan untuk mencegah dan mengurangi risiko terjadinya penyakit katastropik.
Langkah pencegahan ini sejalan dengan upaya penguatan sistem kesehatan nasional yang menitikberatkan pada pelayanan kesehatan primer.
Baca Juga: ITS Buka Beasiswa Angka Nitisastro 2026 untuk S2–S3, Ada Biaya Hidup hingga Rp3 Juta
Selain manfaat bagi peserta, skrining dini juga membantu sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam menekan pembiayaan penyakit katastropik.
Dengan semakin banyak penyakit yang dicegah atau ditangani sejak dini, beban klaim kesehatan akibat penyakit berat dapat dikendalikan secara bertahap.
Penggunaan aplikasi JKN Mobile juga memberikan kemudahan karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja.
Peserta tidak perlu datang ke fasilitas kesehatan hanya untuk melakukan skrining awal.
Baca Juga: Viral Meme Soal Wajahnya, Bahlil: Saya Terima Takdir, Tapi Gaboleh Rasis!
Cukup dengan ponsel, peserta sudah bisa mengetahui gambaran risiko kesehatannya.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan fitur skrining riwayat kesehatan secara rutin, terutama bagi peserta dengan usia produktif hingga lanjut usia.
Kesadaran untuk melakukan deteksi dini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang dan mencegah penyakit katastropik yang dapat mengancam kehidupan.
Dengan pemanfaatan aplikasi JKN Mobile secara optimal, diharapkan masyarakat semakin sadar bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan.
Deteksi dini melalui skrining kesehatan menjadi pintu awal untuk hidup lebih sehat dan terlindungi dari risiko penyakit berat.***




