POJOKSATU.id— Mahasiswa Program Studi Tata Busana semester 7 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar sebuah perhelatan mode di Cornerstone Auditorium, Bandung, Sabtu (10/1/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Event Organizer (EO) ini menghadirkan lebih dari 20 model dan disaksikan oleh lebih dari 100 penonton.
Acara tersebut mengusung konsep yang terinspirasi dari filosofi bahasa Sanskerta.
Makna kesempurnaan, kebijaksanaan, serta penampilan menjadi dasar dalam penyusunan ide dan visual karya busana yang ditampilkan oleh para mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan briefing panitia dan volunteer, dilanjutkan gladi resik seluruh model guna memastikan kesiapan teknis.
Setelah pintu masuk dibuka untuk pengunjung, agenda pembuka diisi dengan opening ceremony dan parade dosen.
Baca Juga: ASN Wajib Tahu! Cara Cek dan Download NPWP Baru Berbasis NIK di Coretax DJP, Ini Lengkapnya
Dalam laporan yang disampaikan, ketua pelaksana mengakui bahwa penyelenggaraan kegiatan ini masih memiliki keterbatasan. Masukan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan di masa mendatang berjalan lebih optimal.
Sambutan kemudian disampaikan oleh dosen pengampu mata kuliah Event Organizer serta Dekan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) UPI.
Keduanya menekankan pentingnya profesionalisme, tanggung jawab, dan evaluasi berkelanjutan dalam penyelenggaraan sebuah acara akademik.
Kegiatan bertajuk Devasana Evolva ini berasal dari bahasa Sanskerta, yakni Deva yang bermakna dewa atau makhluk ilahi sebagai simbol kesempurnaan dan kebijaksanaan, serta Sana yang berarti posisi, tempat, atau penampilan. Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam peragaan busana mahasiswa Tata Busana UPI.
Baca Juga: Gaji Pensiunan Janda Duda PNS Cair Februari 2026, Ini Nominal yang Dibayarkan Taspen
Dalam sambutannya, ketua pelaksana menyampaikan bahwa pihaknya menyadari masih terdapat keterbatasan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan fashion show Devasana Evolva ini masih terdapat keterbatasan dan kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat kami harapkan sebagai bahan evaluasi untuk pelaksanaan kegiatan ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah Event Organizer menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran komprehensif bagi mahasiswa.
“Kegiatan ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar tidak hanya menciptakan karya, tetapi juga memahami tanggung jawab dan profesionalisme dalam menyelenggarakan sebuah acara,” tuturnya.
Dekan Fakultas Pendidikan Teknologi dan Industri (FPTI) UPI dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan selanjutnya.
“Semoga acara ini dapat dijadikan bahan evaluasi sehingga pelaksanaan di tahun-tahun yang akan datang bisa menjadi lebih baik lagi. Selamat menikmati,” katanya.
Baca Juga: Empang Jebol Saat Banjir, Warga Karawang Tangkap Lele di Jalan
Acara kemudian dibuka secara resmi melalui pemukulan gong oleh Dekan FPTI UPI bersama para dosen dan tamu undangan khusus di atas panggung, dilanjutkan dengan penampilan dari siswa SMA.
Selain melibatkan mahasiswa internal, panitia juga membuka pendaftaran volunteer yang mendapat antusiasme dari berbagai kalangan. Sejumlah volunteer tercatat berasal dari luar UPI, salah satunya mahasiswa Universitas Djuanda yang turut berpartisipasi sebagai volunteer fotografer.
Puncak acara diisi dengan peragaan busana yang terbagi ke dalam sembilan sequence, yakni Atma Lahia, Rupa Murni, Sukma Prajna, Citra Puspa, Bara Sukma, Rona Vicitra, Raga Navinata, Laras Kala, dan Pranamara. Setiap sequence menampilkan konsep visual dan filosofi yang berbeda.
Setelah seluruh koleksi ditampilkan, acara dilanjutkan dengan parade desainer dan ditutup secara resmi. Melalui Devasana Evolva, mahasiswa Tata Busana UPI menunjukkan kesiapan mereka dalam mengelola event mode sekaligus memperluas kolaborasi lintas kampus di bidang industri kreatif.***



