POJOKSATU.id - Rencana pemerintah mencairkan tunjangan sertifikasi guru atau tunjangan profesi guru (TPG) dengan skema bulanan mulai tahun 2026, semakin ramai dibicarakan.
Bahkan kini muncul pertanyaan, kapan TPG dengan skema bulanan itu mulai direalisasikan?
Seperti diketahui, setelah bertahun-tahun menerima tunjangan dengan pola triwulanan, pemerintah akhirnya mengarahkan sistem baru yang dinilai lebih adil dan membantu stabilitas keuangan guru.
Namun, di balik kabar baik tersebut, muncul satu pertanyaan besar yang hingga kini belum terjawab secara pasti: apakah TPG Januari 2026 bisa cair di bulan Januari?
Baca Juga: Jasad Lelaki Korban Pesawat ATR Milik IAT Gagal Dievakuasi dari Jurang, Tim SAR Tidur Dekat Jenazah
Realisasi Sulit di Januari
Hingga pertengahan Januari 2026, pemerintah memang telah menyampaikan arah kebijakan penyaluran TPG per bulan.
Informasi tersebut dapat dilihat dari tampilan Info GTK yang mulai menunjukkan skema bulanan.
Selain itu, pernyataan langsung dari pejabat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menegaskan bahwa sistem ini sedang disiapkan secara bertahap.
Meski demikian, kebijakan tersebut belum sepenuhnya memiliki landasan teknis yang lengkap.
Baca Juga: Polres Karawang Siaga Evakuasi Warga Terdampak Banjir Karangligar
Fakta pertama yang perlu dipahami adalah bahwa hingga saat ini, peraturan menteri atau juknis terbaru terkait TPG 2026 belum resmi dirilis.
Artinya, secara hukum, aturan lama yang mengatur pencairan TPG per triwulan masih berlaku.
Selama regulasi baru belum ditetapkan, maka pelaksanaan di lapangan masih berpotensi mengacu pada mekanisme lama. Skema triwulan.
Kondisi inilah yang membuat pencairan TPG Januari menjadi sulit direalisasikan dalam waktu dekat.
Proses penyaluran TPG tidak hanya bergantung pada satu lembaga, melainkan melibatkan banyak tahapan dan pihak.
Dimulai dari validasi data melalui Info GTK, proses pengusulan oleh Dinas Pendidikan daerah melalui sistem Simtun, hingga penerbitan Surat Keputusan Tunjangan Profesi atau SKTP.
Setelah SKTP terbit pun, dana TPG tidak serta-merta langsung masuk ke rekening guru.
Baca Juga: Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai Politik, Anies Baswedan Ditetapkan sebagai Anggota Kehormatan
Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pencairan masih harus menunggu proses lanjutan di Kementerian Keuangan.
Proses ini kerap memakan waktu beberapa hari bahkan beberapa pekan, tergantung kesiapan administrasi dan kelengkapan data dari daerah.
Dengan sisa waktu Januari yang semakin sedikit, realisasi pencairan TPG pada bulan yang sama menjadi tantangan besar.
Fokus Data Info GTK
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa arah kebijakan per bulan ini tetap menjadi komitmen yang akan diwujudkan secara bertahap sepanjang 2026.
Baca Juga: Esther Sianipar Pramugari Pesawat ATR Milik IAT Tenyata Orang Batak yang Tinggal di Caringin Bogor
Pemerintah juga mengajak guru untuk tetap fokus memastikan data Info GTK dalam kondisi valid.
Validasi data menjadi kunci utama agar proses pengusulan dan pencairan TPG tidak terhambat di tahap berikutnya.
Tanpa data yang valid, kebijakan sebaik apa pun tidak akan bisa berjalan optimal.
Di sisi lain, pemerintah menyadari bahwa kebijakan baru ini tidak mungkin langsung berjalan sempurna.
Penyaluran TPG per bulan merupakan perubahan besar yang memerlukan penyesuaian sistem, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Karena guru merupakan ASN daerah, maka kecepatan dan ketepatan pelaksanaan sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah dan satuan pendidikan.
Dengan demikian, meski harapan pencairan TPG Januari masih terbuka, realisasinya akan sangat ditentukan oleh kesiapan regulasi dan proses administrasi.
Guru diimbau untuk tetap bersabar sembari memantau perkembangan resmi dari pemerintah.***




