POJOKSATU.id - Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari dunia kampus.
Lima mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) berhasil mengolah eceng gondok (Eichhornia crassipes), tanaman air yang selama ini dianggap gulma, menjadi pestisida nabati yang efektif mengendalikan hama tanaman dan aman bagi lingkungan.
Penelitian ini bermula dari keikutsertaan mereka dalam kompetisi nasional Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Riset Eksakta yang dinaungi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Baca Juga: Sosok Saiful, Dedikasi 16 Tahun, Menguatkan Praktik Hipnoterapi untuk Kesehatan Mental Masyarakat
Dari ajang inilah gagasan memanfaatkan limbah eceng gondok dikembangkan secara ilmiah hingga menghasilkan produk aplikatif.
Tim penelitian tersebut diketuai oleh Fikri Al Kadri, dengan anggota Arief Sofyan, Arzety Bilbina Rindu, Hilyah Azhari, dan Annawa Janatul Ma’Wa.
Seluruhnya merupakan mahasiswa Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian UMG, dengan pendampingan dosen Rohmatin Agustina, S.P., M.P.
Baca Juga: Syarat Lengkap Pendaftaran PPPK Guru 2026, Honorer Masih Punya Peluang Besar, Ini Lengkapnya
Eceng gondok yang selama ini dikenal sebagai penyebab kerusakan ekosistem perairan diolah melalui proses tertentu hingga menjadi pestisida nabati.
Produk ini diharapkan menjadi alternatif pengganti pestisida kimia sintetis yang kerap menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan.
Atas capaian tersebut, Bidang Kemahasiswaan Pengembangan Prestasi Universitas Muhammadiyah Gresik memberikan apresiasi berupa konversi skripsi kepada kelima mahasiswa.
Baca Juga: Dari AHRS ke Balap Dunia: Mario dan Veda Siap Melesat di Grand Prix 2026
Penelitian ini dinilai memenuhi standar akademik, memiliki unsur kebaruan, serta memberikan kontribusi nyata bagi sektor pertanian berkelanjutan.
Salah satu anggota tim, Arzety Bilbina Rindu, mengungkapkan bahwa riset ini berangkat dari keprihatinan terhadap melimpahnya eceng gondok di perairan sekitar.
“Kami ingin mengubah masalah lingkungan menjadi solusi yang bermanfaat bagi petani.
Selain itu kami juga merasa bersyukur bisa dikonversi skripsi, meski perjuangannya tidak mudah karena banyak tantangan yang dihadapi,” ujarnya.
Dosen pembimbing, Rohmatin Agustina, S.P., M.P., turut mengapresiasi inovasi tersebut.
Menurutnya, karya mahasiswa ini sejalan dengan nilai Tridarma Perguruan Tinggi serta semangat Muhammadiyah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Baca Juga: ASN Jombang Dapat Perlindungan Penuh, Rp36 Miliar Disiapkan untuk BPJS PNS dan PPPK
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan lebih luas dan diaplikasikan secara berkelanjutan oleh masyarakat. ***




