POJOKSATU.id - Dua mahasiswa tunarungu asal Kabupaten Gresik, Jawa Timur membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.
Aisyah Grisseeta Azzahra, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Gresik, bersama Eidelweis Syahida Ayazhi, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (Unesa), berhasil menyulap barang bekas menjadi karya seni unik, estetik, sekaligus ramah lingkungan.
Asah Kreativitas di Tengah Keterbatasan
Di tengah keterbatasan pendengaran, keduanya justru semakin mengasah kreativitas.
Baca Juga: Ramai Isu Rekrutmen CPNS Polhut KLHK 2026 Benarkah Dibuka? Ini Fakta Sebenarnya
Berbagai barang bekas seperti gelas plastik hingga botol minuman diubah menjadi pot tanaman, hiasan meja, hingga dekorasi bernilai seni tinggi.
Dengan ketelatenan dan imajinasi, barang yang sebelumnya dianggap tak berguna kini tampil estetik, unik, dan memiliki nilai jual.
Latar belakang Ayazhi di bidang seni rupa berpadu harmonis dengan minat Aisyah terhadap kreativitas dan teknologi.
"Tak hanya bernilai ekonomi, tapi pesannya adalah pentingnya daur ulang," kata Aisyah dan Ayazhi melalui bahasa isyarat pada Jumat (9/1/2026).
Pasarkan Karya Daur Ulang Secara Online
Ke depan, keduanya berencana memasarkan hasil karya daur ulang tersebut secara online.
Selain itu, mereka juga ingin memperkenalkan produknya langsung kepada masyarakat melalui kegiatan Car Free Day (CFD). "Nanti akan kami jual di sana," ujar keduanya.
Baca Juga: LOWONGAN KERJA Hingga 30 Januari, Jadi Staf Administrasi di YIARI, Penempatan Bogor
Dukungan Keluarga
Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan kreativitas Ayazhi dan Aisyah.
Andayani, orang tua Ayazhi yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga kantin sekolah, mengaku awalnya melihat putrinya hanya membantu berjualan dan menghabiskan waktu dengan ponsel saat liburan.
“Kami terus memberi masukan dan mendukung agar Ayazhi dan temannya memiliki aktivitas yang lebih produktif,” tutur Andayani. Ia pun bangga melihat semangat putrinya dalam berkarya.
"Semoga mereka bisa terus menciptakan karya baru, menambah wawasan tentang daur ulang, dan melatih imajinasi seni," tutupnya. ***




