POJOKSATU.ID - Hasil survei terbaru menunjukkan bahwa program bantuan bagi tenaga pendidik membawa perubahan signifikan pada kondisi ekonomi penerimanya.

Mayoritas guru yang disurvei, yakni sekitar 92 persen, melaporkan adanya kenaikan penghasilan.

Sebagian besar merasakan peningkatan pendapatan di kisaran 35 persen, sementara kelompok lainnya bahkan mencatat lonjakan pendapatan antara 35 hingga 70 persen.

Tambahan penghasilan tersebut dimanfaatkan para guru untuk berbagai kebutuhan hidup.

Baca Juga: Kabar Baik buat Guru! Bantuan Insentif dan BSU 2025 Terbukti Dongkrak Daya Beli Keluarga

Prioritas utama adalah pemenuhan kebutuhan pokok yang menyerap lebih dari seperempat total pengeluaran tambahan.

Selain itu, dana tersebut dialokasikan untuk biaya transportasi, pengadaan buku atau sumber belajar, hingga kebutuhan harian keluarga.

Menariknya, bantuan ini juga mengubah perilaku finansial para guru.

Terdapat tren positif dalam hal investasi dan menabung, di mana kesadaran untuk menyisihkan uang meningkat dari prioritas rendah menjadi salah satu perhatian utama setelah menerima bantuan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Kemendikdasmen Percepat Pemulihan Layanan Pendidikan Melalui Distribusi Kelas Darurat dan Logistik Siswa

Secara psikologis dan profesional, dukungan finansial ini berkorelasi langsung dengan kualitas kerja di sekolah.

Sebagian besar penerima bantuan merasa lebih bersemangat dan produktif dalam menjalankan tugasnya.

Selain itu, adanya bantuan ini membuat guru merasa lebih diapresiasi oleh negara, yang kemudian berdampak pada tingkat kehadiran mereka yang semakin disiplin di sekolah.***

 

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel WhatsApp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala