POJOKSATU.ID - Para pelamar harus menyadari bahwa kelulusan tidak hanya bergantung pada satu jenis ujian, melainkan hasil akumulasi dari dua tahapan besar yang memiliki porsi kekuatan seimbang.
Mengingat ketatnya persaingan untuk memperebutkan 500 formasi yang tersedia, pemahaman mendalam mengenai struktur pembagian bobot nilai menjadi modal krusial.
Aagar setiap poin yang Anda raih di setiap sesi ujian dapat terakumulasi secara maksimal demi mengamankan peringkat tertinggi.
Bagi Anda yang tengah mempersiapkan diri untuk seleksi PPPK di lingkungan Kementerian HAM, memahami skema penilaian adalah kunci utama dalam mengatur strategi belajar.
Baca Juga: Bedah Materi Seleksi Kompetensi CAT BKN PPPK KemenHAM yang Wajib di Ketahui Pelamar!
Berdasarkan dokumen pengumuman resmi, seleksi kompetensi tahun ini dibagi menjadi dua bagian utama dengan pembagian bobot nilai yang setara.
1. Seleksi Kompetensi CAT BKN (Bobot 50%)
Tahap pertama adalah ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT) yang diselenggarakan oleh BKN.
Sesi ini menguji empat aspek mendasar pelamar, yaitu:
Kompetensi Teknis.
Kompetensi Manajerial.
Kompetensi Sosial Kultural.
Integritas dan Moralitas melalui sesi Wawancara.
Nilai dari sesi CAT BKN ini akan diambil sebesar 50% dari total nilai akhir kelulusan Anda.
2. Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan (Bobot 50%)
Peserta yang dinyatakan lulus ambang batas pada Seleksi Kompetensi CAT BKN berhak melanjutkan ke tahap Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan.
Namun, perlu dicatat bahwa jumlah peserta yang dapat mengikuti tahap tambahan ini dibatasi paling banyak 5 (lima) kali dari jumlah kebutuhan jabatan berdasarkan hasil peringkat Seleksi Kompetensi awal.
Adapun ketentuan Tes Tertulis pada tahap ini adalah sebagai berikut:
Ujian dilakukan dalam bentuk Tes Tertulis Esai dan terdiri dari 20 (dua puluh) pertanyaan esai.
Setiap jawaban memiliki rentang nilai 0-5, sehingga nilai tertinggi yang bisa dicapai adalah 100.
Baca Juga: Panduan Lengkap Tata Cara Pendaftaran PPPK Kementerian HAM: Prosedur Pembuatan Akun SSCASN!
Seleksi Teknis Tambahan ini memegang peranan vital dengan bobot nilai sebesar 50% terhadap total nilai akhir.
Apabila pada peringkat akhir terdapat peserta dengan akumulasi nilai total yang identik, penentuan kelulusan akan dilakukan secara berurutan berdasarkan:
- Nilai Kompetensi Teknis tertinggi pada CAT BKN.
- Jika masih sama, dilihat dari nilai kumulatif Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural tertinggi.
- Jika masih sama, ditentukan oleh nilai Wawancara tertinggi.
- Jika tetap sama, kelulusan didasarkan pada usia peserta yang tertua.
Sebagai langkah terakhir jika semua poin di atas sama, seluruh peserta tersebut akan diikutkan kembali pada Seleksi Kompetensi Teknis Tambahan.
Saran bagi Pelamar: Mengingat bobot Tes Teknis Tambahan (Esai) sebesar 50%, pastikan Anda tidak hanya belajar teori untuk CAT.
Tetapi juga melatih kemampuan analisis tertulis terkait bidang tugas jabatan yang dilamar di Kementerian HAM.***
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




