POJOKSATU.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama dalam menghadapi perkembangan Artificial Intelligence (AI).

Ia meminta ASN Kemenag tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengisi algoritma AI dengan narasi keagamaan yang berlandaskan nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Pesan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memimpin upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama di Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

 

AI Jadi Tantangan Besar Umat Manusia

Menurut Nasaruddin, perkembangan AI menjadi tantangan besar bagi umat manusia di era Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity (VUCA).

Baca Juga: Pemerintah Aceh Pastikan Relawan ASN Bencana Tidak Pakai Anggaran APBA

Perubahan yang cepat dan sulit diprediksi menuntut kesiapan semua pihak, termasuk institusi keagamaan. Dikutip dari Tribunnews.com pada Minggu, 4/1/2026, Nasaruddin berkata:

“Kini umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence. Kita hidup di era VUCA, di mana perubahan berlangsung sangat cepat dan penuh ketidakpastian." 

Ia menekankan, Kementerian Agama tidak boleh hanya menjadi penonton dalam arus perkembangan teknologi global, tetapi harus memiliki kedaulatan dalam pemanfaatan AI.

 

ASN Kemenag Diminta Isi Ruang AI

Nasaruddin menilai konten yang beredar di ruang digital, termasuk yang dihasilkan AI, tidak boleh tercerabut dari nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan.

Baca Juga: Dedikasi Puluhan Tahun, 69 ASN Kemenag Depok Digganjar Satyalancana Karya Satya

Oleh karena itu, ASN Kemenag didorong untuk aktif mengisi ruang teknologi dengan substansi keagamaan yang kredibel.

"Layaknya kejayaan Baitul Hikmah, ASN Kemenag kini harus mewarnai konten AI dengan narasi agama yang valid, moderat, dan menyejukkan." Katanya

Ia menegaskan, peran ASN Kemenag sangat strategis dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai spiritual.

 

Cegah Disinformasi dan Perpecahan

Menag juga mengingatkan bahwa AI yang tidak dikawal dengan nilai etika berpotensi menjadi sumber disinformasi dan perpecahan di tengah masyarakat.

Karena itu, algoritma masa depan harus diarahkan untuk memperkuat kerukunan dan kemanusiaan.

“Kita harus memastikan algoritma masa depan tidak hampa dari nilai ketuhanan dan kemanusiaan. AI harus menjadi alat pemersatu, bukan pemicu disinformasi dan konflik,” tegasnya.

Baca Juga: Guru Besar Hukum UGM Zainal Arifin Mochtar Diteror Telepon Misterius, Diancam Ditangkap

Menurut Nasaruddin, keberadaan narasi keagamaan yang moderat dan mencerahkan sangat penting untuk menyeimbangkan derasnya arus informasi digital.

 

ASN Harus Adaptif dan Berintegritas

Dalam arahannya, Nasaruddin meminta ASN Kemenag mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi secara etis.

ASN dituntut untuk menjadi pribadi yang tangguh, responsif, dan memiliki empati dalam melayani umat.

“Setiap ASN Kementerian Agama harus bertransformasi menjadi pribadi yang agile, adaptif, dan responsif dalam melayani kebutuhan umat dengan integritas,” ucapnya.

Baca Juga: Sering Kehujanan dan Jarang Dicuci, Ini Dampak yang Bisa Bikin Motor Cepat Rusak

Ia menegaskan, transformasi digital di lingkungan Kemenag harus berjalan seiring dengan penguatan nilai moral dan spiritual.

 

Momentum HAB ke-80 Kemenag

Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kementerian Agama menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Kemenag untuk memperkuat peran pelayanan publik di era digital.

Upacara tersebut dihadiri jajaran eselon I Kemenag serta seluruh pegawai Kementerian Agama.

Menag berharap HAB ke-80 dapat menjadi titik tolak bagi ASN Kemenag untuk semakin berkontribusi.

Dalam menjaga kerukunan umat beragama melalui pendekatan teknologi yang beretika.

Baca Juga: Penting! Inilah Link Resmi Cek NRG bagi Peserta PPG! Pastikan TPG Anda Cair Tepat Waktu!

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa ASN Kemenag memiliki peran strategis dalam mengawal perkembangan AI.

Dengan mengisi algoritma AI menggunakan narasi keagamaan yang moderat dan berlandaskan nilai kemanusiaan.

Kemudian, teknologi diharapkan menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan di tengah masyarakat.***