POJOKSATU.id — Fenomena tip of the tongue (TOT) menjadi salah satu fakta sains otak yang menarik untuk dipahami.
Kondisi ini terjadi saat seseorang merasa sangat yakin mengetahui sebuah kata, nama, atau istilah, tetapi kata tersebut tidak bisa diucapkan secara spontann.
Meski terlihat sepele, fenomena ini menunjukkan bahwa cara kerja ingatan manusia ternyata cukup rumit.
Informasi sebenarnya masih tersimpan dengan baik di dalam ingatan jangka panjang, hanya saja otak belum berhasil mengakses kata tersebut secara lengkap pada saat dibutuhkan.
Fenomena ini juga membuktikan bahwa mengingat bukan proses yang sederhana.
Otak terlebih dahulu memahami makna dari apa yang ingin diucapkan, lalu mencari bentuk bunyi atau kata yang tepat.
Jika jalur pencarian ini terhambat, maka kondisi tip of the tongue pun muncul.
Orang yang mengalami tip of the tongue biasanya masih bisa mengingat sebagian ciri dari kata yang dicari, seperti huruf awal, jumlah suku kata, atau maknanya secara umum.
Hal ini menjadi tanda bahwa ingatan tersebut tidak hilang, melainkan belum berhasil diambil secara utuh.
Baca Juga: FAKTA BAHASA: Ini Kebalikan Kata Kapital, Ternyata Ada di KBBI
Dari sudut pandang sains otak, kondisi ini lebih sering terjadi pada kata atau nama yang jarang digunakan.
Semakin jarang sebuah kata diucapkan, semakin lemah pula hubungan antara makna dan bunyinyya di dalam ingatan.
Selain itu, kata lain yang mirip bunyi atau maknanya juga bisa mengganggu proses pencarian kata yang tepat.
Kondisi mental turut memengaruhi munculnya tip of the tongue.
Baca Juga: NRG PPG Sudah Terbit tapi Tunjangan Profesi Belum Cair, Ini Tahapan Validasi yang Wajib Dilalui Guru
Kelelahan, stres, dan kurang fokus dapat memperlambat kerja otak dalam menarik informasi dari memori. Saat otak tidak dalam kondisi optimal, akses terhadap kata yang diingat menjadi lebih sulit.
Fenomena tip of the tongue tidak hanya berdampak pada kemampuan berbahasa, tetapi juga pada cara seseorang berpikir.
Penelitian berjudul The tip-of-the-tongue state bias permeates unrelated concurrent decisions and behavior oleh Anne M. Cleary dkk pada tahun 2020 menunjukkan bahwa kondisi TOT dapat memengaruhi pengambilan keputusan dan perilaku lain yang sebenarnya tidak berkaitan langsung.
Penelitian tersebut menegaskan bahwa kegagalan mengingat kata sementara dapat menimbulkan bias kognitif, sehingga memengaruhi cara seseorang menilai situasi dan mengambil keputusan.
Baca Juga: Kisah Ulfi Rahmawati: Dari Guru Ponorogo ke Pengalaman Internasional dan Dunia Industri
Temuan ini memperkuat pandangan bahwa tip of the tongue merupakan jendela penting untuk memahami hubungan antara memori, bahasa, dan proses pengambilan keputusan di dalam otak manusia.
Fenomena tip of the tongue menjadi bukti bahwa lupa sesaat adalah bagian alami dari cara kerja otak. Ingatan tidak benar-benar hilang, melainkan hanya menunggu waktu dan kondisi yang tepat untuk Kembali muncul. ***




