POJOKSATU.id — Peluang berharga hadir bagi mahasiswa dan lulusan muda Indonesia yang bercita-cita meniti karier di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

UN Women Indonesia secara resmi membuka pendaftaran program magang di bidang advokasi dan komunikasi yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026.

Sebagai salah satu badan PBB, UN Women berfokus pada upaya mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: TPG THR dan Gaji 13 Guru Tak Cair Tepat Waktu, Ini Penyebab Utama yang Terjadi di Daerah

Di Indonesia, UN Women menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, hingga sektor publik dan swasta.

Kolaborasi ini diarahkan untuk menjawab beragam agenda dan prioritas nasional terkait kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Melalui Program Magang Advokasi dan Komunikasi, peserta akan dilibatkan secara aktif dalam penyusunan dan pelaksanaan strategi komunikasi serta advokasi.

Baca Juga: Miris! Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Daerah Hanya Rp50 Ribu–Rp250 Ribu per Bulan

Program ini bertujuan memperkuat peran UN Women sebagai organisasi terdepan dalam isu Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (GEWE), sekaligus meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan, media, dan masyarakat luas.

Salah satu fokus utama magang ini adalah penguatan keterlibatan publik melalui berbagai platform digital UN Women.

Peserta akan memperoleh pengalaman berharga dalam memahami bagaimana strategi komunikasi dimanfaatkan untuk membangun opini publik, sekaligus mendapatkan gambaran nyata mengenai tantangan dan upaya yang dilakukan dalam mendorong kesetaraan gender di Indonesia.

Baca Juga: Yusril Tegaskan Kritik Pemerintah Tak Bisa Dipidana, Tapi Pasal Penghinaan di KUHP Baru Masih Disorot Publik

Dalam kegiatan sehari-hari, peserta magang akan mendukung tim komunikasi dalam menyiapkan beragam materi, seperti presentasi, templat, dan infografis.

Peserta juga akan terlibat dalam pelaksanaan kampanye, kegiatan acara, peluncuran program, pelatihan, hingga briefing media.

Selain itu, peserta akan membantu pengembangan materi komunikasi eksternal, meliputi artikel situs web, ringkasan program, lembar fakta, poster, video, fotografi, infografis, hingga katalog.

Baca Juga: Catat! Kisi-Kisi Lengkap SKD CPNS yang Wajib Dipahami Peserta Seleksi

Tugas lainnya mencakup dukungan terhadap kegiatan media, penanganan pertanyaan media, serta pemantauan dan pengelolaan kliping pemberitaan cetak maupun daring yang berkaitan dengan UN Women.

Peserta magang juga akan dilibatkan dalam pemeliharaan perpustakaan dan basis data yang berisi bahan referensi, produk pengetahuan, serta aset digital UN Women sesuai kebutuhan organisasi.

Dari sisi manfaat, program ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami lebih dalam strategi komunikasi, visibilitas, dan advokasi UN Women dalam isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Baca Juga: Selangkah Lagi Cair! Begini Cara Cek NRG di Info GTK dan Proses Validasi Hingga Tunjangan Profesi Guru

Peserta juga akan memperoleh pengalaman langsung bekerja dalam sistem PBB dan mengenal dinamika kerja organisasi internasional.

Tak hanya itu, program magang ini membuka peluang untuk membangun jejaring dengan tim program UN Women dan jaringan pemuda, serta mengikuti berbagai lokakarya atau seminar sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Selama masa magang, peserta akan memperoleh insentif sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Status ASN Tak Sebanding Gaji, PPPK Paruh Waktu Hanya Terima Rp250 Ribu, Simak Penjelasannya

Untuk persyaratan, program ini terbuka bagi mahasiswa atau lulusan dari jurusan komunikasi, jurnalistik, hubungan masyarakat, ilmu sosial, atau bidang lain yang relevan.

Pendaftar dapat berasal dari mahasiswa tingkat akhir sarjana atau setara, lulusan baru maksimal dua tahun setelah kelulusan, maupun mahasiswa program magister dan doktoral.

Baca Juga: Bupati Bogor Rudy Susmanto Tekankan Kekompakan ASN, Kunci untuk Mempercepatan Pembangunan dan Layanan Publik 2025–2026

Pelamar diharuskan memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, baik lisan maupun tulisan, serta ketertarikan pada advokasi dan komunikasi isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. Penguasaan bahasa resmi PBB lainnya akan menjadi nilai tambah.

Pendaftaran magang dibuka hingga sebelum 7 Januari 2026 dan dilakukan secara daring melalui tautan http://unwo.men/52Ta50XQecN.

Program magang ini akan berlangsung selama enam bulan dengan sistem full-time.***