POJOKSATU.id - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai merealisasikan program penyediaan internet satelit bagi sekolah-sekolah yang belum memiliki akses jaringan internet, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemerataan akses pendidikan digital di seluruh Indonesia.
Berdasarkan informasi resmi Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen, program internet satelit ini menargetkan 8.625 satuan pendidikan di berbagai jenjang.
Baca Juga: 3 Manajer Investasi dengan Reksadana Pasar Saham Terbaik
Pengiriman perangkat dilakukan secara bertahap oleh penyedia layanan, dengan jadwal pengiriman setiap hari Senin hingga Minggu pukul 08.00–17.00 waktu setempat.
Langkah ini merupakan implementasi dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025, yang bertujuan memperluas konektivitas digital nasional, terutama di daerah yang selama ini belum tersentuh jaringan internet konvensional.
Sekolah Sasaran Dipilih Berdasarkan Data Dapodik
Kemendikdasmen menegaskan, penentuan sekolah penerima internet satelit sepenuhnya berbasis data Dapodik yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh dinas pendidikan provinsi maupun kabupaten/kota.
Sekolah-sekolah di wilayah 3T menjadi prioritas utama dalam program ini.
Karena itu, kepala satuan pendidikan diminta memastikan data Dapodik aktif dan valid, terutama nomor telepon kepala sekolah yang terdaftar.
Penyedia layanan akan menghubungi langsung kepala sekolah melalui nomor tersebut sebelum proses pengiriman dan serah terima perangkat.
“Pastikan nomor HP kepala satuan pendidikan di Dapodik aktif dan dapat dihubungi,” demikian penegasan yang disampaikan dalam materi resmi Kemendikdasmen.
Pengiriman Gratis, Sekolah Diminta Siapkan Tim Penerima
Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen memastikan bahwa pengiriman perangkat internet satelit tidak dipungut biaya apa pun hingga sampai ke satuan pendidikan.
Seluruh proses logistik menjadi tanggung jawab penyedia layanan.
Namun demikian, pihak sekolah diminta untuk menyiapkan tim penerima serta lokasi serah terima perangkat agar proses distribusi berjalan lancar.
Koordinasi antara sekolah dan penyedia menjadi kunci agar perangkat dapat segera dipasang dan dimanfaatkan.
Rincian Jumlah Sekolah Penerima per Jenjang
Dari total 8.625 satuan pendidikan yang menjadi sasaran, berikut sebaran penerima berdasarkan jenjang pendidikan:
1. PAUD: 168 satuan pendidikan
Baca Juga: Update Harga Bahan Pokok 31 Desember 2025, Naik, Stabil, atau Malah Turun?
2. SD: 6.868 satuan pendidikan
3. SMP: 950 satuan pendidikan
4. SMA: 166 satuan pendidikan
5. SMK: 81 satuan pendidikan
6. PKPLK: 21 satuan pendidikan
7. PNFI: 11 satuan pendidikan
Dominasi penerima dari jenjang sekolah dasar menunjukkan bahwa tantangan konektivitas terbesar masih berada di pendidikan dasar, terutama di wilayah geografis sulit dijangkau jaringan fiber optik maupun seluler.
Sebaran Penerima Internet Satelit per Pulau
Selain berdasarkan jenjang, Kemendikdasmen juga memetakan sebaran sekolah penerima berdasarkan wilayah kepulauan.
Data menunjukkan distribusi sebagai berikut:
1. Papua: 1.872 satuan pendidikan
2. Sumatera: 1.608 satuan pendidikan
3. Nusa Tenggara Timur (NTT): 1.580 satuan pendidikan
4. Kalimantan: 1.232 satuan pendidikan
5. Sulawesi: 1.060 satuan pendidikan
6. Maluku: 892 satuan pendidikan
7. Jawa: 21 satuan pendidikan
Baca Juga: Call 175 BPJS Ketenagakerjaan Bisa untuk Apa Saja? Ini Fungsi dan Jaminan Kerahasiaannya
Minimnya jumlah sekolah penerima di Pulau Jawa menegaskan bahwa program ini difokuskan untuk daerah yang benar-benar belum memiliki akses internet, sementara wilayah dengan infrastruktur memadai tidak menjadi prioritas utama.
Dorong Transformasi Pembelajaran Digital
Hadirnya internet satelit di sekolah-sekolah terpencil diharapkan menjadi titik balik transformasi pembelajaran digital.
Dengan koneksi internet yang stabil, guru dan peserta didik dapat mengakses berbagai platform pembelajaran, sumber belajar digital, hingga sistem administrasi pendidikan secara daring.
Baca Juga: Call 175 BPJS Ketenagakerjaan Bisa untuk Apa Saja? Ini Fungsi dan Jaminan Kerahasiaannya
Selain mendukung kegiatan belajar mengajar, konektivitas internet juga berperan penting dalam pelaporan data pendidikan, asesmen nasional, hingga implementasi kebijakan Merdeka Belajar yang menuntut pemanfaatan teknologi informasi.
Peran Strategis Kepala Sekolah Jadi Kunci
Kemendikdasmen menekankan bahwa kepala sekolah memegang peran strategis dalam menyukseskan program ini.
Keaktifan dalam memperbarui Dapodik, kesiapan menerima perangkat, serta komitmen memanfaatkan internet secara optimal menjadi faktor penentu keberhasilan.
Jika data tidak aktif atau nomor tidak dapat dihubungi, maka proses pengiriman berpotensi tertunda.
Karena itu, pemerintah mengimbau seluruh kepala satuan pendidikan sasaran untuk segera melakukan pengecekan mandiri.
Bagian dari Misi Pendidikan Bermutu untuk Semua
Program internet satelit ini sejalan dengan semangat “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, dengan memastikan bahwa keterbatasan geografis tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak Indonesia untuk mendapatkan layanan pendidikan berkualitas.
Pemerintah berharap, melalui perluasan konektivitas ini, kesenjangan digital antarwilayah dapat dipersempit dan kualitas pendidikan nasional meningkat secara merata.
Informasi lanjutan terkait program ini dapat diakses melalui kanal resmi Kemendikdasmen dan Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen.***




