POJOKSATU.id — Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk melakukan penghentian sementara distribusi program makan bergizi gratis (MBG) pada awal Januari 2026.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan teknis sebelum program tersebut kembali dijalankan secara penuh di seluruh Indonesia.

Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa distribusi MBG akan kembali dilaksanakan secara serentak mulai 8 Januari 2026.

Adapun periode 2—3 Januari 2026 dan 5—7 Januari 2026 ditetapkan sebagai masa persiapan bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah.

Baca Juga: LOWONGAN KERJA Kominfo DIY Posisi Front-End Developer! Pendaftaran hingga 15 Januari 2026

Ia menjelaskan, masa jeda tersebut dimanfaatkan untuk memastikan seluruh aspek pendukung program dalam kondisi siap.

Mulai dari kesiapan dapur, mekanisme distribusi, ketersediaan sumber daya manusia, hingga penguatan standar keamanan pangan.

Menurut Dadan, persiapan ini menjadi kunci agar pelaksanaan MBG pada 2026 dapat berjalan lebih optimal dan aman bagi para penerima manfaat.

“Hari-hari tersebut digunakan untuk persiapan dapur, distribusi, sumber daya manusia, serta penguatan standar keamanan pangan,” kata Dadan.

Dadan menegaskan, penghentian sementara ini tidak dimaksudkan sebagai penghentian program secara keseluruhan.

Sebaliknya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari proses evaluasi dan penyesuaian agar kualitas makanan yang disalurkan serta kesiapan logistik di lapangan tetap terjaga.

Baca Juga: Purwakarta Riuh Berguncang 4 Orang Diperiksa Kejaksaan Agung RI, Satu APH dan 3 Pejabat

Di sisi lain, BGN memastikan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi kelompok rentan tetap menjadi prioritas hingga akhir 2025.

Kelompok yang dimaksud mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita yang tergolong dalam Kelompok B3.

“Intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tidak boleh terputus. Mereka berada dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan yang sangat menentukan dan tidak bisa ditunda,” ujar Dadan.

BGN pun menjamin layanan MBG bagi kelompok B3 tetap berjalan pada 26—27 Desember 2025 dan 29—31 Desember 2025.

Menurut Dadan, kelompok ini tidak terikat dengan kalender pendidikan sehingga layanan gizi harus tetap diberikan secara berkesinambungan.

Baca Juga: Deretan Muktamar NU yang Cukup Heboh, Dari Situbondo 1984 hingga yang Akan Datang 2026 Jadi Momentum Persatuan Baru

Sementara itu, penyaluran MBG bagi anak sekolah selama masa libur akhir tahun diberlakukan secara fleksibel.

BGN memberikan toleransi apabila terjadi kendala teknis dalam distribusi atau apabila anak sedang menjalani liburan bersama keluarga.

“Untuk anak sekolah sifatnya opsional. Kalau tidak memungkinkan diambil atau dikirim karena alasan teknis atau sedang liburan, tidak menjadi masalah. Namun bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami berikan,” kata Dadan.

BGN menargetkan seluruh layanan MBG dapat kembali berjalan normal setelah masa persiapan berakhir.

Pada tahun 2026, pelaksanaan program ini akan difokuskan pada keberlanjutan layanan, peningkatan kualitas distribusi, serta penguatan keamanan pangan demi menjamin manfaat optimal bagi seluruh penerima di Indonesia.***