POJOKSATU.id - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB).
Lima mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pascapanen berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Product Innovation Bioleague 2025, kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Society for Biological Engineering Universitas Indonesia Student Chapter (SBE UISC).
Tim yang menamakan diri Uri Benu ini sukses mencuri perhatian juri lewat inovasi pHORIA, masker cerdas berbahan dasar limbah yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Viral Bendera Putih, Mendagri Tito Minta Maaf soal Penanganan Banjir Aceh, Sebut Kendala Medan Berat
Kelima mahasiswa tersebut adalah Rizka Nur Maulani, Shinta Puspita Rachmawati, Raisya Salma Maheswari, Panji Lintang Muqitta, dan Gabriela Sinta Wirawati.
Mengusung konsep “waste to wonder innovation”, pHORIA dikembangkan sebagai smart dry sheet mask yang mampu mendeteksi sekaligus menyeimbangkan pH kulit secara alami.
Inovasi ini lahir dari pemanfaatan bacterial cellulose hasil fermentasi limbah cair tahu sebagai bahan dasar masker.
Baca Juga: Pascabanjir Aceh Tamiang, Mobil Warga Raib Diduga Ditowing Orang Tak Bertanggung Jawab
Tak berhenti di situ, masker pHORIA juga diperkaya ekstrak kulit bawang merah yang mengandung antosianin sebagai indikator pH alami.
Sementara itu, ekstrak ampas teh ditambahkan sebagai agen penyeimbang pH sekaligus sumber antioksidan alami bagi kulit.
Rizka Nur Maulani mengungkapkan, motivasi tim mengikuti kompetisi ini adalah untuk membuktikan bahwa inovasi kosmetik dapat tetap fungsional tanpa mengorbankan aspek keberlanjutan lingkungan.
Baca Juga: Ruangguru for Business Buka Lowongan Kerja Terbaru, Ini Posisi dan Cara Melamarnya
“Inovasi ini membuktikan bahwa kosmetik bisa tetap fungsional tanpa mengorbankan keberlanjutan.
Kami ingin menciptakan produk yang tidak hanya efektif untuk kulit, tapi juga memiliki nilai ekologis yang tinggi,” ujarnya.
Keberhasilan meraih juara pertama ini bukan menjadi titik akhir bagi perjalanan inovasi pHORIA.
Tim Uri Benu berencana melanjutkan pengembangan produk hingga tahap validasi formula dan uji aplikasi pada kulit.
Mereka juga membuka peluang kerja sama dengan lembaga riset maupun inkubator kampus agar pHORIA dapat melangkah ke tahap komersialisasi.
Harapan tersebut sejalan dengan tren pasar global yang kini semakin mengarah pada produk eco-friendly dan smart skincare.
“Tren eco-friendly dan smart skincare sedang naik di pasar global. Potensi pHORIA sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut, bahkan jika memungkinkan bisa berkolaborasi dengan perusahaan besar,” kata Shinta Puspita Rachmawati.
Baca Juga: Bukan Sekadar Seragam ASN, Ini Alasan PDH Khaki Bikin Lebih Percaya Diri dan Jadi Favorit 2025-2026
Melalui prestasi ini, Tim Uri Benu berharap inovasi mereka dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkarya. ***




