POJOKSATU.id — Siswa yang berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN) sejatinya tidak harus terpaku pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Masih ada alternatif lain yang sering luput dari perhatian, yakni jalur penerimaan tanpa tes yang didasarkan pada prestasi ekstrakurikuler.

Di Indonesia, sejumlah PTN diketahui membuka jalur khusus atau golden ticket bagi siswa yang aktif serta memiliki capaian membanggakan di bidang ekstrakurikuler tertentu.

Baca Juga: Imbas Kecelakaan di Cilincing, SOP MBG Diperketat, Sopir Tak Boleh Asal dan Dilarang Masuk Halaman Sekolah

Beberapa kampus yang pernah menyediakan jalur ini antara lain Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Padjadjaran (Unpad), hingga Institut Pertanian Bogor (IPB).

Meski tidak melalui ujian tertulis, jalur ini tidak bisa diikuti oleh semua jenis ekstrakurikuler.

Kampus umumnya hanya mempertimbangkan kegiatan yang mencerminkan prestasi nyata, kemampuan kepemimpinan, atau bakat khusus siswa.

Baca Juga: Polwan Polres Karawang Patroli di CFD, Warga Merasa Lebih Aman

Ada sejumlah ekstrakurikuler yang dinilai mampu meningkatkan peluang masuk PTN tanpa tes.

Salah satunya adalah Pramuka. Ekskul ini cukup banyak difasilitasi PTN, tetapi biasanya disertai syarat pernah memegang jabatan penting, seperti ketua atau sekretaris.

Kampus yang pernah membuka jalur Pramuka di antaranya IPB University, UNJ, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Lampung (Unila).

Baca Juga: Cara Memaksimalkan Penggunaan Tablet di Sekolah untuk Catatan Lebih Rapi dan Efektif

Berikutnya adalah Paskibra. Siswa yang aktif sebagai Pasukan Pengibar Bendera, baik di tingkat sekolah, daerah, maupun nasional, juga memiliki peluang mendaftar jalur masuk PTN tanpa tes.

Beberapa kampus yang pernah menerima melalui jalur ini antara lain UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Negeri Malang (UM), UNS, serta UPN Veteran Jawa Timur.

Bidang olimpiade dan riset ilmiah juga menjadi jalur yang cukup diminati.

Ekskul yang dahulu dikenal sebagai Karya Ilmiah Remaja (KIR) ini kini berkembang melalui berbagai kompetisi, termasuk Olimpiade Penelitian Sains Indonesia (OPSI).

Baca Juga: Siap-siap Cek Rekening! Sederet Tunjangan Bagi Guru Ini Akan Dicairkan pada Tanggal 15 hingga 22 Desember 2025

Prestasi di level nasional hingga internasional menjadi nilai plus yang kuat.

Sejumlah PTN yang dikenal membuka jalur prestasi olimpiade di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (UB), UGM, Universitas Hasanuddin (Unhas), serta PTN lain yang memiliki jalur mandiri prestasi.

Selain itu, ekstrakurikuler keagamaan juga memiliki jalur tersendiri.

Beberapa kampus, khususnya PTKIN, membuka penerimaan khusus bagi siswa penghafal Al-Quran.

Baca Juga: Berkat Pemberdayaan BRI, Batik Malessa Sulap Kain Perca Jadi Fashion Premium

Di antaranya UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN Sunan Gunung Djati, dan UIN Syarif Hidayatullah.

PTN umum seperti Unair, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Jambi juga menerima siswa dengan kemampuan hafalan Al-Quran tertentu.

Tak hanya itu, siswa berprestasi di bidang keagamaan lain seperti Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha pun dapat memanfaatkan jalur serupa sesuai ketentuan masing-masing kampus.

Di bidang olahraga, siswa dengan prestasi non-akademik juga memiliki peluang besar masuk PTN.

Baca Juga: Cara Cek Progres Penerbitan NRG Bagi Peserta PPG Guru Tertentu Tahun 2025

Namun, jalur ini umumnya mensyaratkan capaian yang jelas dan terukur, minimal pernah meraih medali di tingkat provinsi.

Semakin tinggi level kejuaraan yang diikuti, semakin besar pula peluang diterima.

Peluang serupa juga terbuka melalui ekstrakurikuler seni, seperti musik, tari, teater, seni rupa, hingga fotografi.

Baca Juga: Ketahui Layanan Registrasi NIRA BKD, Ini Syarat dan Tahapan Seleksi Asesor Beban Kerja Dosen

Keaktifan mengikuti lomba dan pameran menjadi poin penting untuk memperkuat portofolio prestasi yang akan dinilai oleh pihak kampus.

Pengalaman berorganisasi melalui OSIS juga dapat dimanfaatkan sebagai jalur masuk PTN tanpa tes.

Terlebih bagi siswa yang pernah menjabat sebagai pengurus inti, keaktifan tersebut dinilai mencerminkan kemampuan kepemimpinan.

Baca Juga: Jadi Syarat Pencairan TPG! Ini Alur Penerbitan NRG Bagi Guru Non ASN

Bahkan, jalur ini kerap dibarengi kesempatan memperoleh beasiswa.

Terakhir, Palang Merah Remaja (PMR) juga termasuk ekstrakurikuler yang dipertimbangkan oleh sejumlah PTN.

Kampus seperti Universitas Negeri Malang dan Universitas Jenderal Soedirman diketahui membuka jalur kepemimpinan bagi siswa yang aktif, terutama mereka yang pernah menjabat sebagai ketua PMR.

Baca Juga: Kemendikdasmen Siapkan Pembelajaran Berjenjang untuk Sekolah Terdampak Bencana di Aceh hingga Sumbar

Dengan memahami berbagai jalur ini sejak awal, siswa dapat lebih cermat memilih dan menekuni ekstrakurikuler sesuai minat, sekaligus membuka peluang lebih luas untuk masuk PTN tanpa harus mengikuti tes tertulis.***