POJOKSATU.id - Wali Kota Sawahlunto menegaskan bahwa ukuran kinerja aparatur pemerintah tidak lagi bisa dilihat hanya dari tingkat kehadiran di kantor.

Penekanan tersebut disampaikan saat penyerahan SK kepada 862 PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto.

Penegasan ini menjadi pesan penting bagi ratusan PPPK yang baru menerima SK.

Baca Juga: Kamu Yakin Sudah Cek Hasil Administrasi PPPK BGN 2025 dengan Benar? Banyak Peserta Keliru, Simak Caranya

Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap pegawai benar-benar bekerja berdasarkan target dan hasil nyata.

Bukan hanya sekadar menggugurkan kewajiban administratif.

Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah membangun birokrasi yang efektif, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga: Guru di Wilayah Bencana Terlupakan, Perhimpunan Pendidikan dan Guru Desak Pemerintah Bertindak


Wali Kota Tekankan Kinerja Berbasis Hasil

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra menegaskan bahwa kehadiran di kantor hanyalah salah satu unsur kedisiplinan.

Menurutnya, hal yang jauh lebih penting adalah kontribusi dan output kerja yang dihasilkan oleh setiap pegawai.

“Kehadiran di kantor penting, tetapi yang lebih penting adalah apa hasil kerjanya, apa kontribusinya bagi pelayanan dan pembangunan kota,” ujar Riyanda Putra dikutip dari ANTARA, Sabtu 13 Desember 2025.

Baca Juga: Simulasi Single Salary ASN, Gaji Bersih PPPK Berpotensi Lebih Tinggi dari PNS, Ini Gambaran Take Home Pay-nya

Ia menambahkan, PPPK paruh waktu harus mampu menunjukkan peran aktif dalam mendukung tugas-tugas pemerintahan sesuai dengan bidang masing-masing.

Pemerintah daerah tidak menginginkan pola kerja yang monoton tanpa capaian yang jelas.

862 PPPK Jadi Bagian Strategis Birokrasi Daerah

Sebanyak 862 PPPK paruh waktu yang menerima SK berasal dari berbagai unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Sawahlunto.

Mereka ditempatkan untuk memperkuat layanan teknis, administrasi, dan fungsi pendukung lainnya.

Riyanda menyebut, keberadaan PPPK paruh waktu merupakan bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia di tengah keterbatasan formasi aparatur sipil negara.

Baca Juga: BSU Guru Madrasah 2025 Segera Cair, Peran SPTJM Jadi Penentu Administrasi! Guru Diminta Pahami Fungsinya Sejak Awal

Oleh karena itu, peran mereka dinilai sangat penting dan harus dijalankan secara profesional.

Pemerintah kota berharap PPPK paruh waktu mampu menjadi mitra kerja ASN dalam mewujudkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Evaluasi Kinerja Akan Dilakukan Berkala

Untuk memastikan efektivitas kerja, Pemerintah Kota Sawahlunto akan melakukan evaluasi kinerja terhadap PPPK paruh waktu secara berkala.

Baca Juga: Sudah Mengajar Aktif tapi Tidak Dapat BSU? Cek Kriteria Penerima dan Validitas Data Anda Sebelum Menyalahkan Sistem

Evaluasi tersebut akan menjadi dasar penilaian atas capaian kerja dan kedisiplinan pegawai.

Wali kota menegaskan, evaluasi dilakukan bukan untuk menekan, melainkan untuk memastikan setiap pegawai bekerja sesuai tujuan organisasi.

Ia juga meminta pimpinan perangkat daerah aktif melakukan pembinaan dan pengawasan.

Baca Juga: Tiap Hari Hadapi Medan Berat Melelahkan dan Aktivitas Tinggi, Tim Gerakan Anak Negeri Dapat 'Infus'

“Kita ingin setiap tenaga yang ada benar-benar memberikan manfaat dan hasil yang bisa dirasakan masyarakat,” tegasnya.


Dorong Budaya Kerja Profesional dan Produktif

Penekanan pada kinerja berbasis hasil ini dinilai sebagai langkah konkret reformasi birokrasi di tingkat daerah.

Dengan menempatkan output kerja sebagai indikator utama, pemerintah kota berharap tercipta budaya kerja yang lebih produktif dan bertanggung jawab.

Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu mengubah paradigma lama birokrasi yang terlalu fokus pada formalitas.

Pemerintah Kota Sawahlunto menargetkan agar setiap aparatur, termasuk PPPK paruh waktu, memiliki orientasi kerja yang jelas dan terukur.

Dengan komitmen tersebut, kehadiran ratusan PPPK paruh waktu diharapkan benar-benar membawa dampak positif bagi pelayanan publik dan pembangunan Kota Sawahlunto.***