POJOKSATU.ID — Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Vokasi PKPLK) melalui Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) berhasil membuka akses pekerjaan internasional bagi masyarakat rentan di Cilacap.

Bekerja sama dengan LKP Citra, program PKK Tipe Platinum ini fokus membekali keterampilan caregiver untuk penempatan kerja di Jepang.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 6 Desember 2025 ini secara spesifik menargetkan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan masyarakat dari kelompok ekonomi kurang mampu.

Meskipun kuota yang tersedia hanya 30 peserta, minat masyarakat sangat tinggi dengan tercatatnya 77 calon peserta yang terdata.

Baca Juga: Dinkes Tangsel Raih Penghargaan Kemenkes RI untuk Surveilans dan Respons KLB

Keterampilan Global dan Potensi Ekonomi

Selama kurang lebih tiga bulan, peserta menerima total 522 jam pelajaran yang intensif, meliputi keterampilan dasar perawatan lansia (caregiver) dan penguasaan bahasa Jepang dasar.

Keterampilan ini menjadi bekal utama mereka untuk bersaing di pasar kerja Jepang.

Peserta yang berhasil lulus akan diberangkatkan menggunakan visa kerja ke berbagai fasilitas kesehatan di Jepang, termasuk di Okayama.

Mereka berpotensi bekerja hingga lima tahun dengan penghasilan bulanan yang signifikan, diperkirakan mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta.

Baca Juga: Jejak Gelap Korupsi Bansos Indonesia Sepanjang Tahun, Peringatan Keras di Hari Antikorupsi Sedunia 2025

Meskipun biaya administrasi awal keberangkatan ditanggung melalui dana talang 100%, biaya tersebut akan dicicil secara otomatis dari pendapatan peserta setelah mereka mulai bekerja.

Program ini tidak hanya berorientasi pada penempatan kerja, tetapi juga pada keberlanjutan.

Pemerintah daerah diharapkan memberikan pembinaan lanjutan kepada para pekerja migran yang kembali setelah masa kontrak di Jepang berakhir, sehingga mereka dapat berkontribusi di Cilacap.

Selain itu, ada peluang bagi sebagian lulusan untuk kembali bekerja di Jepang dengan visa baru, bahkan membuka kemungkinan membawa keluarga mereka untuk berkarier di sana.

Instruktur LKP Citra menegaskan bahwa perkembangan kemampuan peserta sangat pesat, menunjukkan kesiapan mereka untuk mewakili Indonesia sebagai tenaga kerja profesional di luar negeri.***

Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:

Versi Android

Versi iOS

Channel WhatsApp

Fanpage Edugov

Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala