POJOKSATU.id - Video sambutan Prabowo di HGN kembali viral. Banyak akun TikTok, Facebook, dan Instagram hari ini, Selasa, 9 Desember 2025 membagikan ulang potongan ucapannya yang menyorot pentingnya menjaga hutan dan sungai.
Sebagian guru menyambut positif arahan tersebut, dan mulai menyoroti perlunya kesiapan teknis pembelajaran lingkungan.
Banyak yang menilai perlu dukungan kurikulum, modul ajar, hingga pelatihan guru agar materi lingkungan tidak berhenti pada himbauan, tetapi benar-benar terintegrasi dalam kegiatan belajar di kelas.
Baca Juga: Calon Praja Merapat! Kenali Sistem Pendidikan dan Sebaran Kampus IPDN Sebelum Mendaftar
Ajakan Prabowo untuk Tambah Materi Lingkungan
Pernyataan Prabowo mengenai pentingnya memasukkan pendidikan lingkungan ke dalam silabus disampaikan pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Jakarta, Jumat, 28 November 2025.
Menurut Presiden, para guru perlu memperkuat pemahaman siswa tentang pentingnya menjaga alam, terutama di tengah fenomena perubahan iklim yang kian terasa.
“Saya kira mungkin para guru-guru di seluruh Indonesia yang sudah bisa mulai, saya yakin sudah mulai tapi mungkin perlu kita tambah dalam silabus dalam mata pelajaran juga kesadaran akan sangat pentingnya kita menjaga lingkungan alam kita, menjaga hutan-hutan kita,” kata Prabowo.
Baca Juga: Stop KONTEN MENYESATKAN, Sebut Purbaya Ingin Gaji Guru Setara DPR, Biasakan Baca Sumber Resmi
Ia mengingatkan bahwa tantangan lingkungan kini tidak lagi berada di level teori.
Perubahan iklim, pemanasan global, serta kerusakan alam disebut sebagai persoalan nyata yang sudah berdampak pada kehidupan masyarakat di Indonesia.
Pendidikan Lingkungan untuk Tindakan Nyata
Prabowo menegaskan bahwa pendidikan lingkungan tidak hanya soal mengenalkan konsep, tetapi juga mengajak generasi muda memahami dampaknya.
Ia memberi contoh pentingnya mencegah pembabatan hutan, memperhatikan saluran sungai, hingga menjaga agar ekosistem tetap hidup.
“Benar-benar mencegah pembabatan pohon-pohon, perusakan hutan-hutan, benar-benar juga sungai-sungai harus kita jaga agar bersih sehingga dapat menyalurkan air yang bisa tiba-tiba datang,” ujar Prabowo.
Ia menyebut ini sebagai usaha bersama yang harus dimulai dari pendidikan dasar.
Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar Jadi Sorotan Hari Ini
Ramainya kembali video Prabowo hari ini tidak terlepas dari situasi bencana yang meluas di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pemerintah telah mengirim bantuan sejak hari pertama kejadian pada 25 November, baik melalui jalur darat maupun udara.
Tantangannya cukup berat karena banyak akses jalan terputus dan cuaca tidak mendukung.
Sebanyak empat pesawat TNI AU—tiga Hercules dan satu A400—dikerahkan untuk mengirim bantuan berupa tenda, perahu karet, genset, alat komunikasi, penguat sinyal, tim medis, obat-obatan, makanan siap saji, selimut, serta kebutuhan lainnya.
Baca Juga: Mengurai Alur Resmi THR TPG 100 Persen: Dari Pendataan Daerah hingga Transfer Pusat
Pemerintah juga melakukan modifikasi cuaca untuk membantu mereduksi intensitas hujan.
Publik Mendesak Dukungan Teknis untuk Sekolah
Publik mulai bersemangat menuntut implementasi yang lebih konkret.
Banyak komentar menyebut perlunya pedoman kurikulum, modul pembelajaran, serta jam pelajaran yang jelas agar materi lingkungan tidak membebani guru.
Beberapa sekolah dan pemerintah daerah disebut mulai mengambil langkah kecil seperti gerakan bersih sungai, penanaman pohon, hingga simulasi mitigasi bencana bagi siswa. ***




