POJOKSATU.ID – Sejumlah keluarga penerima manfaat dibuat kaget saat membuka rekening KKS Bank Mandiri mereka pada awal Desember 2025.
Tanpa pemberitahuan sebelumnya, saldo bantuan ATENSI YAPI tiba-tiba masuk hingga Rp600 ribu per anak.
Fenomena ini membuat banyak wali anak yatim/piatu langsung mendatangi ATM untuk memastikan kebenarannya.
Pencairan ini merupakan bagian dari penyaluran bantuan triwulan Oktober–Desember 2025 yang diberikan pemerintah kepada anak yatim, piatu, dan yatim-piatu agar tetap terpenuhi kebutuhan dasarnya.
Berbeda dari pencairan bansos lain yang biasanya disertai notifikasi atau pengumuman daerah, dana ATENSI YAPI kali ini justru cair secara senyap.
Banyak wali anak penerima manfaat melaporkan:
Tidak ada SMS dari bank,
Tidak ada informasi kelurahan,
Bahkan beberapa pendamping sosial juga baru mengetahui setelah warga melakukan pengecekan.
Baca Juga: ASEAN Scholarship dan APEC Scholarship: Dua Beasiswa Andalan NTU Singapura untuk Pelajar Indonesia
Akibatnya, ada penerima yang baru menyadari dana cair dua minggu setelah penyaluran dimulai.
Menurut pendamping sosial di beberapa wilayah, penyaluran ATENSI YAPI memang dilakukan bertahap dan terjadwal per wilayah, sehingga:
Beberapa daerah menerima lebih cepat,
Sebagian lainnya menunggu proses verifikasi,
Beberapa rekening bisa masuk lebih dulu karena data anak sudah lengkap sejak awal.
Baca Juga: MUI Desak Pemerintah Tindak Perusahaan yang Diduga Penyebab Banjir Bandang dan Longsor di Sumatra
Inilah yang membuat sebagian rekening bank Mandiri langsung terisi tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Dana Rp600.000 tersebut adalah akumulasi bantuan tiga bulan:
Rp200.000 per bulan × 3 bulan (Oktober, November, Desember)
Dicairkan sekaligus menjelang tutup tahun
Dana ini diprioritaskan untuk:
Kebutuhan sekolah,
Nutrisi anak,
Kebutuhan dasar harian,
Keperluan mendesak terkait perawatan dan perlindungan anak yatim/piatu.
Baca Juga: Bantuan ATENSI YAPI Mulai Cair di Bank Mandiri, Yuk Cek Saldo, Bisa Jadi Duitnya Sudah Masuk
Pendamping sosial menekankan agar bantuan ini benar-benar digunakan untuk kebutuhan anak, bukan untuk keperluan lain.
Karena banyak yang tidak sadar dana sudah masuk, pendamping sosial mengimbau:
Cek ATM atau mobile banking Mandiri secara rutin, terutama 1–15 Desember,
Pastikan kartu KKS aktif dan tidak bermasalah,
Bila saldo belum masuk tetapi merasa berhak, segera lapor ke kelurahan atau pendamping.
Baca Juga: Bogor Pecahkan Rekor MURI, LASQI Nusantara Fest 2025 jadi Panggung Persatuan Seni Religi Indonesia
Beberapa kasus menunjukkan dana sudah masuk sejak akhir November, namun baru ditarik setelah warga diberi tahu manual oleh petugas.
Penyaluran lancarnya bantuan ATENSI YAPI di akhir 2025 menjadi sinyal kuat bahwa program ini berpeluang dilanjutkan tahun 2026.
Pemerintah tengah menilai efektivitas bantuan langsung tunai untuk anak dalam situasi rentan sebagai bagian dari upaya penguatan perlindungan sosial keluarga.
Jika pola pencairan akhir tahun ini dianggap berhasil, program YAPI diprediksi akan kembali dengan mekanisme serupa.***




