POJOKSATU.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto resmi menandatangani Adendum Kesepahaman (MoU) baru yang fokus pada sinergi dunia sosial, pendidikan tinggi, dan teknologi.
MoU ini jadi fondasi penting buat hilirisasi pendidikan siswa Sekolah Rakyat (SR) agar makin mudah melanjutkan kuliah dengan jalur beasiswa.
Gus Ipul bilang, arah kebijakan Presiden cukup jelas, lulusan Sekolah Rakyat disiapkan untuk dua jalur, yakni mereka yang ingin kuliah dan mereka yang memilih terjun ke dunia kerja.
"Lulusannya ada dua sesuai arah Presiden. Yang memang ingin kuliah, nanti kita perlu kerja sama sama Bapak (Brian) hari ini.
Yang ingin bekerja, kita akan kerja sama dengan banyak kementerian, lembaga, maupun juga yang dari swasta," kata Gus Ipul di kantor Kemensos.
Baca Juga: Beasiswa Studi Singkat Australia Awards in Indonesia 2026, Peluang Emas untuk Profesional Tanah Air
Saat ini lebih dari 6.000 siswa SMA Sekolah Rakyat diperkirakan akan lulus pada 2028.
Untuk jenjang SD dan SMP yang memiliki standar cukup akan diarahkan ke sekolah Garuda, sedangkan lainnya meneruskan pendidikan lewat SMA Sekolah Rakyat.
Pembinaan diarahkan agar seluruh siswa tetap punya jalur masa depan yang jelas.
Untuk mereka yang tidak melanjutkan kuliah, pemerintah menyiapkan rute menjadi pekerja terampil.
"Kami sudah bekerja sama dengan Kemenaker dan kementerian lainnya," tutur Gus Ipul. Jadi, apa pun pilihan siswanya, tetap ada jalur karier yang dibuka.
Yang menarik, sebelum menentukan jenjang pendidikan tinggi, para siswa akan menjalani tes DNA Talent.
Tes ini membantu mengenali minat dan potensi mereka secara lebih presisi.
"Untuk mengetahui minat bakat mereka, pada kesempatan awal ini kita membuat tes DNA talent menggunakan teknologinya Pak Ary Ginanjar," jelas Gus Ipul.
Hasilnya pun cukup beragam, mulai dari rekomendasi ke jurusan kesehatan sampai teknik.
Sementara itu, Mendikti Saintek Brian Yuliarto menegaskan bahwa calon mahasiswa dari Sekolah Rakyat akan diprioritaskan untuk menerima beasiswa KIP-K.
Ia menyebut kondisi ekonomi siswa SR umumnya berada pada Desil 1 dan 2, sehingga masuk dalam kriteria penerima bantuan.
"Sehingga mereka dapat dipastikan akan menerima beasiswa itu," jelas Brian.
Meski begitu, Brian menegaskan bahwa mereka tetap harus memenuhi standar masuk perguruan tinggi.
Pendampingan pun disiapkan agar siswa tidak salah memilih jurusan dan mampu memenuhi persyaratan akademik yang dibutuhkan.
“Justru yang akan kami lakukan adalah pendampingan supaya tidak salah memilih jurusan sesuai keinginan mereka,” ujarnya. ***




